Serba Serbi
Pencarian Orang Hilang yang Berada di Alam Gaib atau Niskala dengan Gamelan, Begini Penjelasannya
Sejak lama, masyarakat Bali mengenal pencarian orang hilang dengan gamelan. Khususnya jika hilangnya cukup lama.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak lama, masyarakat Bali mengenal pencarian orang hilang dengan gamelan. Khususnya jika hilangnya cukup lama.
Baik hilang tanpa alasan, ataupun hilang ketika terjadi sebuah insiden atau kecelakaan.
Jero Mangku Ketut Maliarsa, menjelaskan bahwa hal tersebut tidak lepas dengan keyakinan kehidupan masyarakat Bali yaitu adanya dua alam, yakni alam nyata (sekala) dan alam gaib (niskala).
"Kedua alam ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Bali, dan ini sesuai dengan ucapan rwa bhineda ngarannia tan dadi pasahakna sekala kalawan niskala, uttpati, stiti, lianing dadi ika te krananika," katanya kepada Tribun Bali Minggu 21 Maret 2021.
Baca juga: UPDATE Pencarian Komang Ayu di Tukad Petanu, Jalur Niskala dengan Gamelan Baleganjur Ditempuh
Artinya bahwa dua hal yang berbeda tidak bisa dipisahkan, tidak dapat dipisahkan, baik sekala dan niskala, dilahirkan (diciptakan), dipelihara,dan dilebur. Itulah penyebabnya (Ida Sang Hyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Esa).
Menurut keyakinan masyarakat Hindu di Bali, kata dia, bahwa adanya alam tidak nyata tempat para dewa-dewi, ada alamnya bhuta kala, dan alamnya mahluk halus (makhluk astral, seperti gamang, jin, tonya, memedi, dan makhluk lainnya).
Dan juga alam nyata yang dihuni oleh manusia dan mahluk lainnya beserta isinya.
Makhluk astral ini, kadang-kadang mengganggu kehidupan manusia.
"Misalnya ada orang disembunyikan atau hilang, nah ini diyakini karena ulah makhluk astral ini," katanya.
Kejadian seperti ini, banyak terjadi di Bali dan dialami nyata oleh beberapa masyarakat Bali.
Syukur-syukur yang hilang itu masih hidup, kadang- kadang terjadi yang tidak dinginkan yaitu meninggal dunia.
Menurut penuturan para tetua, bahwa orang yang yang hilang itu karena disembunyikan makhluk halus tadi.
"Keyakinan seperti ini telah diwarisi masyarakat Bali secara turun- temurun dan bahkan sampai sekarang masih dipercaya seperti itu," katanya.
Hal ini seperti sangat diyakini bahwa karena disembunyikan secara niskala yang keberadaannya tidak dapat diketahui atau dilihat dengan kasat mata.
Baca juga: Lagi, Instrumen Gamelan Hilang, Kali Ini 1 Unit Kempur di Payangan Gianyar Raib
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pencarian-korban-jatuh-di-tukad-petanu-dengan-gamelan.jpg)