Serba Serbi
Pencarian Orang Hilang yang Berada di Alam Gaib atau Niskala dengan Gamelan, Begini Penjelasannya
Sejak lama, masyarakat Bali mengenal pencarian orang hilang dengan gamelan. Khususnya jika hilangnya cukup lama.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Oleh karena itu, tidak jarang masyarakat Bali dengan menanyakan pada orang pintar,dengan doa-doa, sambil membunyikan "tetabuhan" berupa seperangkat gamelan musik tradisional Bali.
Dengan membunyikan gamelan pada tempat hilangnya orang tersebut, jarang tidak membuahkan hasil.
Jadi apakah diketemukan orang itu masih hidup atau sudah meninggal.
"Biasanya yang diketemukan masih hidup mengalami ketidakstabilan pikiran atau masih syok(trauma), karena tadinya ada pada alam makhluk halus tiba-tiba muncul pada alam nyata," sebutnya.
Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, setelah beberapa hari baru sadar, dan biasanya dibuatkan upakara pabersihan secara sederhana untuk mengembalikan sabda,bayu,idep dan atma-nya agar kembali baik( normal).
Mengapa menggunakan gamelan?
Sebab menurut keyakinan masyarakat Hindu Bali, bahwa gamelan merupakan instrumen tradisional Bali yang sangat sakral dan sering digunakan untuk mengiringi kegiatan upacara keagamaan di Bali.
Dengan kesakralannya akan membantu untuk pencarian orang hilang tersebut, karena diyakini orang hilang tersebut akan ingat dengan keberadaan akan alam nyata, setelah mendengar bunyi gamelan itu.
Katanya bunyi gamelan ini, akan membuat makhluk astral tersebut terlena dan keasyikan mendengar tetabuhan gamelan ini, sehingga akhirnya tidak dinyana orang yang disembunyikan itu terlepas dari cengkramanya.(Ini semua adalah keyakinan tetapi nyata adanya ). (*)
Artkel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pencarian-korban-jatuh-di-tukad-petanu-dengan-gamelan.jpg)