Breaking News:

Berita Jembrana

Terkait Polemik BBM Bersubsidi untuk Nelayan, HSNI Jembrana: Sejak 2017 SIUP & SIPI Banyak yang Mati

Nelayan di Pengambengan dan Perancak mulai kelimpungan dengan rendahnya tangkapan dan harga jual ikan.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
ilustrasi - Terkait Polemik BBM Berubsidi untuk Nelayan, HSNI Jembrana: Sejak 2017 SIUP & SIPI Banyak yang Mati 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Nelayan di Pengambengan dan Perancak, Jembrana, Bali mulai kelimpungan dengan rendahnya tangkapan dan harga jual ikan.

Hal ini kemudian berimbas pada BBM non subsidi yang tidak didapatkan nelayan lantaran tidak mengantongi izin.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa mengakui, bahwa persoalan ini sudah terjadi sejak 2017 lalu.

“Persoalan yang paling mendasar adalah terkait izin perahu baik itu SIUP maupun SIPI.

Baca juga: Nelayan di Jembrana Keluhkan Tak Bisa Beli BBM Bersubsidi Akibat Terganjal Surat Rekomendasi

Sejak 2017 lalu hingga 2020 banyak izin perahu mati karena kendala aturan salah satunya terkait PASS kapal,” ucapnya Minggu 21 Maret 2021.

Menurut dia, permasalahan sudah sering disampaikan dan beberapa kali dibahas.

Baik dengan nelayan Selerek maupun instansi yang berwenang.

Dari PASS kapal itu sudah banyak yang mengajukan tetapi baru beberapa yang keluar sampai sekarang dari 2017.

Dan kondisi saat ini Dinas Kelautan, tidak berani mengeluarkan rekomendasi apabila tidak ada persayaratan yang ditentukan.

Pengawas perikanan untuk surat ijin berlayar dan SLO juga tidak berani mengeluarkan, karena syarat ketentuan tidak lengkap.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved