Breaking News:

Berita Buleleng

UPDATE: Tafsiran Kerugian Negara Terkait Kasus Mark-up Explore Buleleng Meningkat

Jumlah kerugian negara atas kasus dugaan mark-up program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE belakangan meningkat, dari tafsiran sebelumnya

Tribun Bali/ratu Ayu Desiani
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng AA Jayalantara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Jumlah kerugian negara atas kasus dugaan mark-up program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE belakangan meningkat, dari tafsiran sebelumnya.

Dimana Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng kini memperkirakan kerugian uang negara dari kasus tersebut mencapai Rp 789 juta lebih, dari sebelumnya ditafsir sebesar Rp 656 juta.

Humas sekaligus Kasi Kejaksaan Negeri Buleleng, AA Jayalantara ditemui Senin 22 Maret 2021 mengatakan, dalam penyusunan berkas perkara, tim penyidik saat ini menetapkan kerugian uang negara dari kasus mark-up tersebut mencapai Rp 789.108.876.

Peningkatan ini terjadi setelah pihaknya kembali menghitung jumlah dana hasil kasus mark-up yang diberikan oleh para tersangka kepada hampir seluruh pegawai di Dispar Buleleng.

Baca juga: Puspaka Kembalikan Uang Sewa, Dugaan Korupsi Rumjab Mantan Sekda Buleleng

“Setelah dihitung-hitung kembali, dana hasil mark-up yang diberikan oleh para tersangka kepada pegawai di Dispar kurang lebih mencapai Rp 100 juta. Jadi masih ada beberapa pegawai yang belum mengembalikan,” ucapnya.

Selain itu kata Jayalantara, salah satu tersangka berinisial Made SN dan pihak travel di Buleleng yang juga belum melakukan pengembalian kepada pihak penyidik.

Dimana untuk Made SN jumlah yang belum dikembalikan diperkirakan sebesar Rp 50 juta.

Sementara dari pihak travel diakui Jayalantara belum mengembalikan karena merasa uang yang diterima merupakan keuntungan yang didapatkan oleh pihaknya, saat pelaksanaan program Explore Buleleng.

“Pihak travel masih merasa jika dana itu merupakan keuntungan yang mereka peroleh. Padahal keuntungan itu maksimal hanya 10 persen. Penyidik masih mendalami, apakah akan melakukan penyitaan atau bagaimana,” terangnya.

Hingga saat ini barang bukti yang berhasil disita berupa uang tunai sebesar Rp 602 juta lebih, serta beberapa berkas seperti K jabatan ke delapan tersangka, perjanjian kerjasama antara Pemkab Buleleng dengan pemerintah pusat sebelum adanya pencairan dana hibah pariwisata, serta SK Bupati terkait pembagian dana hibah 70:30.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved