Breaking News:

Berita Denpasar

Percepat Serangan Jadi Zona Hijau, Puskesmas 3 Denpasar Selatan Adakan Vaksinasi Covid-19 Massal

Puskesmas 3 Denpasar Selatan adakan gebyar vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Pembantu Serangan pada, Rabu (24 Maret 2021). 

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Tim medis melakukan penyuntikan vaksin pada warga di Serangan, Denpasar, Rabu 24 Maret 2021. Puskesmas Serangan menggelar vaksin massal untuk mempercepat dibukanya pariwisata di kawasan Pulau Serangan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali saat ini telah membuat program untuk membuka pariwisata dengan memberikan predikat Zona Hijau pada tiga wilayah.

Tiga wilayah tersebut adalah Nusa Dua (Badung), Ubud (Gianyar) serta Sanur (Denpasar). 

Selain pada tiga wilayah tersebut Pulau Dewata sendiri memiliki banyak tempat pariwisata yang belum dibuka akibat adanya pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah pada Pulau Serangan.

Dan untuk mempercepat dibukanya pariwisata di Pulau Serangan, Puskesmas 3 Denpasar Selatan adakan gebyar vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Pembantu Serangan pada, Rabu (24 Maret 2021). 

Rentang Waktu Pemberian Vaksin Sinovac Jadi 28 Hari, Bukan Hanya 14 Hari

Hari Pertama Vaksinasi, 704 Vaksin Covid-19 Disuntikkan Kepada Personel Kodam IX/Udayana

Ketika ditemui, Kepala Puskesmas 3 Denpasar Selatan, dr. Putu Judy Satyawati Sudarmo mengatakan selain untuk mendukung kegiatan pemerintah, pihaknya melakukan vaksinasi Covid-19 pada wilayah Serangan adalah juga untuk dapat membuka pariwisata kembali secepatnya. 

"Sementara jika berpatokan terhadap data memang Desa Serangan sendiri sudah termasuk zona hijau. Dan memang untuk lokasinya, Desa Serangan dekat dengan wilayah Sanur, yang lebih dulu sudah menjadi zona hijau. Dan untuk lebih membuat serangan menjadi benar-benar zona hijau maka kami melakukan vaksinasi massal pada hari ini hingga esok," ungkapnya. 

Lebih lanjutnya, dr. Judy mengatakan masyarakat yang di vaksin pada Pulau Serangan ini memang yang diutamakan adalah warga asli Serangan.

Namun beberapa juga terdapat masyarakat yang bekerja di Serangan dan tidak berdomisili di Serangan.

Halaman
12
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved