Corona di bali

Buleleng Masuk Zona Merah Covid-19, Sekda: Vaksinasi Akan Dilakukan Lebih Masif

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng mengalami peningkatan selama satu minggu belakangan ini. 

Pixabay
Ilustrasi Covid-19 - Buleleng Masuk Zona Merah Covid-19, Vaksinasi Lebih Masif Dilakukan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng mengalami peningkatan selama satu minggu belakangan ini. 

Hal itu lantas membuat BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19 Bali menetapkan Buleleng sebagai zona merah Covid-19.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi Kamis 25 Maret 2021 mengatakan, status zona merah ini ditetapkan sejak Rabu kemarin.

Ia pun tidak menampik, peningkatan zona ini terjadi karena kasus terkonfirmasi di Buleleng mengalami peningkatan setiap harinya.

Baca juga: Update Covid-19 di Buleleng 19 Maret 2021, Kasus Positif Bertambah 34 Orang, Meninggal 1 Orang

Selain itu, angka kematian di Buleleng juga berada di atas rata-rata nasional, yakni mencapai empat persen.

"Kendati yang meninggal ini disertai dengan komorbid, hasil Lab PCR-nya menunjukan positif Covid-19.

Sehingga datanya tetap masuk dalam kasus kematian Covid.

Selain itu tingkat hunian pasien Covid di rumah sakit juga mencapai 70 persen, hal ini lah yang membuat pusat menetapkan Buleleng sebagai zona merah," jelasnya.

Mengingat Buleleng telah ditetapkan sebagai zona merah, Suyasa mengatakan, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan lebih masif lagi, mengingat Pada Rabu (26/3/2021), Buleleng juga telah menerima tambahan vaksin sebanyak 47 ribu vial dari Pemprov Bali.

"Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya masyarakat yang sudah divaksin dua kali, kemudian terkonfirmasi Covid.

Jadi vaksinasi ini memang cukup ampuh menekan kasus.

Oleh karena itu vaksinasi memang harus lebih masif lagi dilakukan," terangnya.

Tambahan 47 ribu vial vaksin itu kata Suyasa, akan diberikan untuk masyarakat yang ada di tiga wilayah Daerah Tujuan Wisata (DTW), yakni Desa Pemuteran, Lovina dan Munduk, serta untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta petugas pelayanan publik.

"Vaksinasi di tiga DTW ini jadi prioritas, agar pariwisata di wilayah itu bisa segera dibuka.

Baca juga: UPDATE: Pembuang Bayi di Buleleng Diamankan, Terungkap Hubungan Gelap Terduga Pelaku & Pemilik Rumah

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved