Breaking News:

Berita Gianyar

Perjuangan Ketut Wartika, Pengusaha Ukiran Style Bali-Jepara di Gianyar Bertahan di Tengah Pandemi

Ketut Wartika 'membanting' harga jual kerajinan ukiran bangunan style Bali perpaduan Japara-nya sampai 30 persen.

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Ketut Wartika bersama karyawannya tengah membuat ukiran style Bali perpaduan Japara di UD Kartikayasa, By Pass Dharma Giri, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Jumat 26 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Berbagai upaya telah dilakukan masyarakat maupun pengusaha untuk bertahan di tengah krisis ekonomi, dampak pandemi covid-19.

Seperti yang dilakukan I Ketut Wartika asal Banjar Tengah Sumita, Desa Sumita, Gianyar.

Ia sampai 'membanting' harga jual kerajinan ukiran bangunan style Bali perpaduan Japara-nya sampai 30 persen.

Namun tetap saja, usahanya yang berdiri di By Pass Dharma Giri, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar tersebut sepi pemesan. 

Saat TRIBUN-BALI.COM mengunjungi UD Kartikayasa yang merupakan nama perusahaan kerajinan style Bali-Japra milik Wartika tersebut.

Penjualan Endek dari Pengrajin Asal Kecamatan Sidemen Karangasem Turun Drastis Karena Imbas covid-19

Dampak Pandemi, 3 Seniman Bersaudara Penderita Penyakit Langka di Gianyar Bali Kini Berjualan Kripik

Tampak tiga orang pekerja tengah sibuk mengukir sebuah kayu.

"Dulu sebelum pandemi, jumlah pekerja di sini 30 orang, sekarang saya hanya bisa mempertahankan tiga orang," ujar pria yang kini tinggal di Margasengkala, Desa Bedulu, Blahbatuh itu, Jumat 26 Maret 2021.

Adapun kerajinan yang diproduksinya, mulai dari pintu, lambang, saka dan segala material bangunan Bali.

Sebelum pandemi, ia mengaku tidak pernah sepi pemesan.

Dimana pemesanannya selama ini sebagian besar adalah warga di Kecamatan Ubud.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved