Breaking News:

Berita Gianyar

Dampak Pandemi, 3 Seniman Bersaudara Penderita Penyakit Langka di Gianyar Bali Kini Berjualan Kripik

I Ketut Budiarsa dan dua saudaranya yang mengidap penyakit langka dan mematikan osteogenesis imperfecta ingin tetap produktif dimasa pandemi Covid-19.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ketut Budiarsa bersama keluarganya saat memproduksi olahan singkong menjadi keripik di kediamannya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, GIANYAR - Sektor ekonomi di Bali yang tergantung pada pariwisata sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Ubud yang terkenal banyak seniman lukisnya pun turut merasakan dampak pandemi ini karena tidak adanya wisatawan mancanegara berkunjung.

Seperti salah satunya seniman serta penyandang disabilitas

I Ketut Budiarsa dan dua saudaranya yang mengidap penyakit langka dan mematikan osteogenesis imperfecta ingin tetap produktif dimasa pandemi Covid-19.

Budiarsa dinobatkan menjadi "manusia langka" karena mampu bertahan hidup dalam jangka waktu lama dengan penyakit mematikan tersebut. 

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19 di Bali, Pengangguran di Bali Melonjak, Ini Bedanya Dengan Tahun 2019

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Pramugari Ini Bikin Konten 18 Tahun ke Atas untuk Hasilkan Uang

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisdom ke Taman Edelwis Karangasem Bali Merosot

Dalam dunia kedokteran, kemampuan langka yang dimiliki Budiarsa disebut Tree Brothers +1.

"Walaupun empat dari kami keluarga kami penyandang disabilitas termasuk istri saya, kami memilih tetap berusaha dan produktif dimasa pandemi seperti sekarang. Kami melihat peluang-peluang apa yang memungkinkan kami bisa untuk tetap bertahan hidup, salah satunya peluang usaha makanan ringan seperti keripik," ujar Ketut Budiarsa, saat ditemui tribunbali.com di kediamannya, Minggu (21 Februari 2021).

Ia menambahkan basic dari keluarga sebenarnya adalah seniman lukis dengan mengambil nama three brothers+1 family, dan membuat aksesoris kerajinan tangan seperti gelang dan kalung.

Tetapi karena pandemi Covid-19, seni lukis dan aksesoris sepi peminatnya yang sebelumnya banyak diminati wisatawan mancanegara tapi sekarang sepi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved