Breaking News:

Wawancara Tokoh

Kepala DLH Gianyar Mirnawati Sampai Keluar Duit Pribadi Untuk Edukasi Warga Soal Sampah

Ni Made Mirnawati mengungkapkan, masih terdapat masyarakat, yang mempersulitnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Kepala DLH Gianyar, Ni Made Mirnawati saat berbincang dengan Pemimpin Perusahaan Tribun Bali, Fauzan Marasabessy, di Kantor DLH Gianyar, Rabu 31 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun persoalan sampah hampir menjadi keluhan semua orang.

Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati mengungkapkan, masih terdapat masyarakat, yang mempersulitnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

Hal tersebut terjadi, kata Mirna, saat pihaknya memasang pamflet tentang larangan membuang sampah.

Dimana pada suatu lokasi di Kabupaten Gianyar, pamflet ajakan dilarang buang sampah sembarangan, yang ditaruhnya di tempat yang tepat, selalu disobek. 

"Sekarang dipasang, besoknya direbek, lagi dipasang, lagi dirobek, begitu seterusnya. Terkadang kami gunakan uang pribadi untuk membuat pamflet tersebut. Tapi itu bukan persoalan buat kami, kami hanya ingin masyarakat itu teredukasi" ujarnya.

Profil Mirnawati Kepala DLH Gianyar, Batalkan Masuk Kedokteran Pilih Mengabdi di Pemerintahan

Profil Dan Sosok Sisca Kohl Artis TikTok yang Kerap Pamer Kekayaan Hingga Uang Gepokan 

Profil Dan Sosok Nadia Riwu, Runner Up Miss Indonesia 2020 Diduga Jadi Pelaku Penipuan Ratusan Juta

Selain itu, TPS yang dulunya ditaruh di atas trotoar atau sisi jalan, biasanya tidak dimanfaatkan sebagai baik oleh masyarakat.

Mulai dari sampah dibuang atau di taruh di luas TPS hingga volume sampah yang dibuang relatif banyak.

Dimana maksimal sampah yang harus dibuang ke TPS hanya satu plastik.

Kondisi tersebut juga menjadikan sampah di TPS menumpuk dan merusak pemandangan. 

Dalam menyikapi hal tersebut, kini TPS pun tidak ditaruh di tempat sepi, tetapi masuk ke kawasan yang ada pemukiman warga.

Sehingga masyarakat setempat pun bisa mengawasi si pembuang sampah.

"Kalau di tempat sepi atau jauh dari pemukiman, TPS itu tidak terkontrol, tapi sejak digeser ke lokasi yang ada penduduk, warga akhirnya ikut mengontrol supaya sampah tidak menumpuk," ujarnya.

Mirna mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan, untuk diwarisi pada generasi berikutnya.

"Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi sampah menjadi tanggung jawab kita semua. Karena bumi ini akan kita warisi untuk anak cucu kita," ujarnya.

"Maka mulailah dari diri anda. Kurangi sampah, pilah sampah, dan buanglah sampah pada waktu dan tempatnya," tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved