Berita Gianyar
BPBD Gianyar bersama PMI Akan Kembali Lakukan Pencarian Komang Ayu
BPBD Gianyar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bali dan PMI Bangli akan kembali melakukan pencarian terhadap Ni Komang Ayu Ardani asal Banjar Terun
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba mengatakan, Kamis merupakan hari ke delapan korban bersama anaknya dan mertuanya jatuh ke jurang di bawah jembatan Banjar Laplapan, Ubud.
Tim pencarian terdiri dari berbagai pihak, mulai dari Basarnas Bali, Balawista Bali, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar, Polairud Polda Bali, Polairud Polres Gianyar, Tagana, ratusan relawan dan terakhir bergabung Yonzipur 18/YKR.
Total orang yang pencari sebanyak 135 orang per hari.
"Tim Balawista telah melakukan penyisiran sampai laut, tapi tidak ada tanda-tanda, termasuk bau pun tidak tercium. Balawista kami sudah berpengalaman. Kalau misalnya ada bau, dalam radius 50 meter saja sudah diketahui," ujarnya.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Anak Agung Ketut Alit Supartana mengantakan, hari ini (kemarin, Red) merupakan keterlibatan Basarnas di hari ke tujuh.
Dan, dalam penutupan pencarian ini, bukan berarti pihaknya menutup secara permanen.
"Pencarian hari ini (kemarin, Red) kami tutup, tapi bukan berarti kita berhenti secara permanen. Seandainya hari ke 8, 9, atau10 ada laporan warga, ada tanda keberadaan korban, agar diinformasikan ke kita atau BPBD," ujarnya.
Dia mengungkapkan, selama pencarian di hari pertama, pihaknya melakukan penyisiran di TKP hingga radius 1,5 km.
Di mana saat itu, air sungai relatif tinggi.
Pencarian yang dilakukan siang dan malam, tidak membuahkan hasil.
Hari kedua dan seterusnya, pencarian diperluas hingga radius 2 km.
"Kami lakukan pencarian dengan semua unsur, dengan hati-hati. Semua yang dilakukan atas koordinasi. Tidak ada yang bergerak atas kemauan diri sendiri. Mohon maaf untuk keluarga, kami belum bisa temukan," ujarnya.
Kasat Polairud Polres Gianyar, Iptu I Wayan Antariksawan menambahkan, selama pencarian, tidak ada sejengkal tempat pun yang tidak diperiksa.
Bahkan, setiap ada lokasi yang dicurigai, tim pencari sampai mengeceknya hingga tiga sampai empat kali.
"Ada tempat yang kita curigai, kita lakukan pencarian berulang-ulang, bahkan sampai tiga, empat kali. Setiap informasi kami tindaklanjuti. Masyarakat sangat antusias membantu. Tapi apa daya, sampai habis waktunya, korban belum ditemukan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/situasi-jembatan-banjar-laplapan-ubud-gianyar-bali-tampak-sepi.jpg)