Berita Gianyar
BPBD Gianyar bersama PMI Akan Kembali Lakukan Pencarian Komang Ayu
BPBD Gianyar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bali dan PMI Bangli akan kembali melakukan pencarian terhadap Ni Komang Ayu Ardani asal Banjar Terun
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Sebelum pencarian, tiap hari saya berdoa. Bangun tidur berdoa agar korban bisa ditemukan. Tapi ini di batas kemampuan kami," ujarnya.
Dalam penutupan tersebut, pihak keluarga, termasuk suami korban hadir.
Pihak keluarga berterima kasih atas bantuan pihak pemerintah selama ini, termasuk juga para relawan.
Namun, meskipun pihak pemerintah telah menutup pencarian, pihak keluarga akan tetap melakukan pencarian.
"Saya selaku keluarga berterima kasi pada aparat, masyararakat dan semua yang membantu. Kami selaku keluarga tetap melakukan pencarian bersama teman, keluarga atau relawan. Kami selalu mengharapkan adanya pihak yang membantu kami," ujar kakak suami korban, I Wayan Sumirat.
Di hari terakhir, tim gabungan pencari Komang Ayu kedatangan tenaga baru yakni Yonzipur 18/YKR yang berkedudukan di Kabupaten Gianyar.
Anggota TNI dari divisi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menurunkan sejumlah material pencarian, termasuk personel penyelam.
Namun karena arus yang berbahaya, penyelam urung diturunkan.
Berdasarkan data yang diterima Tribun Bali, dalam pencarian Komang Ayu, pihak Yonzipur 18/YKR menurunkan 11 personel.
Material yang diturunkan, mulai dari perahu karet dengan mesin tempel 15 unit, pelampung 11 pieces, dayung 10 pieces, tali jiwa 200 meter.
Mereka juga membawa tali pendek sepanjang 20 meter sebanyak empat buah.
Pgs Pasiops Yonzipur 18/YKR, Letda Czi Muhammad Alba Deska, mengatakan, dalam pencarian ini, pihaknya juga menurunkan dua orang penyelam lengkap dengan pakaian penyelam, untuk mencari keberadaan korban di dasar sungai, mengingat di bawah sungai terdapat rongga-rongga, yang diduga korban tersangkut di sana.
"Situasi medan saat survei, kondisi arusnya deras, sungai dalam kedalaman dua sampai empat meter, dan di dasar sungai pasir berlumpur," ujarnya.
Namun saat berada di TKP, pihak Yonzipul tidak jadi menurunkan penyelam.
Hal tersebut karena arus deras dan berisiko.
"Tidak ada selam kita, arus deras berbahaya," ujarnya. (*).
Berita lainnya di Kecelakaan di Tukad Petanu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/situasi-jembatan-banjar-laplapan-ubud-gianyar-bali-tampak-sepi.jpg)