Penemuan Mayat di Denpasar

UPDATE: Pelaku Pembunuhan Bule Slovakia di Denpasar Diadili, Lorens Terancam Pidana Hukuman Mati

Lorens Parera (31), pelaku pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) asal Slovakia, Adriana Simeonova diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Tribun Bali/Putu Candra
UPDATE: Pelaku Pembunuhan Bule Slovakia di Denpasar Diadili, Lorens Terancam Pidana Hukuman Mati 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lorens Parera (31), pelaku pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) asal Slovakia, Adriana Simeonova diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali.

Dalam sidang yang digelar secara daring, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Lorens dengan dakwaan alternatif, pasal pembunuhan.

Di mana terdakwa Lorens terancam pidana maksimal hukuman mati.

Adriana (korban) tewas ditangan tersangka Lorens, yang tak lain adalah mantan kekasihnya.

Baca juga: Pembunuhan di Muding Kuta Utara Badung Dilatarbelakangi Cemburu, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Baca juga: UPDATE - Pembunuhan WNA Slovakia di Sanur Denpasar Bali, Lorens Terancam Hukuman Mati

Baca juga: Pengakuan Tak Biasa Pelaku Pembunuhan Berantai di Bogor, Rian Mengaku Benci Perempuan

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah rumah Jalan Pengiasan III, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.

Diketahui, terdakwa yang bekerja sebagai Kapten Speed Boat di perusahaan Water Sport, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung ini tega membunuh korban berlatar soal asmara.

Lorens merasa sakit hati, karena hubungan asmaranya kandas setelah diputuskan sepihak oleh Adriana.

"Dakwaan sudah kami bacakan di persidangan. Dari dakwaan itu terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi," terang JPU I Made Lovi Pusnawan, Jumat 2 April 2021.

Dakwaan surat dakwaan, Lorens dikenakan dakwaan kesatu, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Atau dakwaan kedua Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Atau dakwaan ketiga, melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban, Adriana meninggal, sebagaimana Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Dengan tidak diajukannya eksepsi atau keberatan dari pihak terdakwa, kata JPU Made Lovi, sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan keterangan para saksi.

"Sidangnya lanjut minggu depan, pemeriksaan saksi-saksi," ungkap jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu.

Diberitakan sebelumnya, Adriana ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah rumah, Jalan Pengiasan III, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Denpasar, Rabu 20 Januari 2021, sekitar pukul 08.30 Wita.

Beberapa jam setelah korban ditemukan tewas, petugas kepolisian berhasil meringkus pelaku, Lorens Parera.

Diduga Lorens membunuh Adriana, karena merasa sakit hati diputuskan sepihak.

Selain mengamankan terdakwa, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah pisau belati warna hitam bergagang besi yang dililit tali warna hitam beserta sarung warna hitam.

Pisau tersebut dibeli terdakwa di Slovakia saat diajak korban ke negaranya.

Diamankan pula, satu buah HP merk Samsung warna hitam dalam kondisi patah terbagi dua milik korban.

Selain itu, satu unit sepeda motor Kawasaki warna merah nomor kendaraan DK 4196 FI, satu pasang mantel / jas hujan berbentuk baju dan celana warna hijau.

Satu buah celana traning warna hitam, satu baju kaos oblong warna hitam, sepasang sarung tangan warna hitam, sepasang sepatu warna biru putih.

Adapun kronologis kejadian, berawal pada hari Selasa, 19 Januari 2021, sekitar jam 14.42 Wita saat saksi berinisial AN berada di rumah mencoba menghubungi korban dengan pesan WA.

Saksi pun merasa khawatir dengan keadaan korban, dan beberapa kali menelepon ponsel korban namun tidak aktif.

Sehari kemudian, sekitar jam 08.45 Wita saksi mendatangi rumah korban.

Setiba di sana, saksi berulang kali menggedor pintu gerbang dan memanggil korban, namun tidak ada jawaban.

Saksi lalu masuk ke dalam rumah korban sembari memanggil-manggil nama korban.

Saat berada di depan bar dan menoleh ke arah dapur, saksi melihat korban sudah tergeletak dengan posisi menengadah dan bersimbah darah.

Mengetahui hal itu, saksi langsung berlari keluar sambil menangis, dan mencoba menghubungi polisi.

Tetangga di depan rumah korban pun keluar dan saksi langsung menceritakan bahwa adanya peristiwa pembunuhan.

Selanjutnya saksi bergegas kantor polisi melaporkan kejadian itu.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved