Berita Karangasem
Sekitar 4 Ribu Kepala Keluarga di Karangasem Bali Belum Miliki Rumah
Warga Karangasem yang tidak memiliki rumah diperkirakan mencapai 4.000 lebih kepala keluarga (KK).
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Warga Karangasem yang tidak memiliki rumah diperkirakan mencapai 4.000 lebih kepala keluarga (KK).
Jumlah tersebut tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem, Bali.
Seperti di Kecamatan Kubu, Bebandem, Abang, Selat, Rendang, Manggis, Sidemen, dan Karangasem.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karangasem, I Nyoman Merta Tenaya mengaku, warga yang terdata belum memiliki rumah yakni warga yang berstatus sudah berkeluarga (menikah).
Baca juga: Kejari Karangasem Kantongi Nama Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bedah Rumah
Baca juga: Kejari Karangasem Geledah Kantor Perbekel Tianyar Barat Terkait Dugaan Korupsi Proyek Bedah Rumah
Baca juga: Terima Laporan Warga Terkait Pagar Pembatas, DPMPTSP Badung Cek Proyek Rumah Mewah di Tumbak Bayuh
Usianya bervariatif, ada yang lansia serta muda. Sesuai pendataan dari desa bersangkutan
"Orang yang tidak punya rumah di Karangasem lebih dari 4.000 KK. Status masih numpang. Warga yang tidak memiliki rumah termasuk kategori warga kurang mampu (tidak punya rumah),"kata Merta Tenaya, Jumat 2 April 2021.
Ditambahkan, untuk rumah tak layak huni di Karangasem sekitar 8.000 lebih.
Tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem.
Terbanyak yakni sekitar daerah pegunungan.
Seperti di Kecamatan Kubu, Kecamatan Abang, Kecamatan Bebandem, Kecamatan Rendang, Kecamatan Selat, Kecamatan Sidemen, serta di sekitar Kecamatan Karangasem.
Rumah yang dinyatakan tidak layak huni karena salah satu bagian rumahnya belum permanen.
Seperti atap menggunakan daun kelapa, dinding, serta alasnya belum pakai lantai.
Pemda Karangasem belum bisa memperbaiki secara keseluruhan dikarenakan minimnya anggaran untuk bedah rumah.
"Jadi kebutuhan rumah untuk di Karangasem sekitar 12 ribu lebih. Warga yang tak punya rumah dan memiliki rumah tak layak huni rata-rata orang tak punya, kurang mampu. Orang dikatakan tak mampu karena penghasilan per bulannya dibawah UMR,"jelas I Nyoman Merta, mantan Kadis Pertanian.
Pemerintah daerah (Pemda) Karangasem terus menganggarkan untuk menekan jumlah kasus tidak punya rumah serta rumah tak layak huni.
Tahun 2021, pemerintah daerah memberi bantuan sebesar 12.5 miliar lebih, untuk 422 unit.
Per unitnya mendapatkan anggaran dari pemerintah sekitar 30 juta.
"Rencananya anggaran (bedah rumah) akan kena rasionalisasi untuk penanganan Covid-19 di Karangasem. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian, apakah anggaran dipotong semua atau hanya sebagian,"akui Nyoman Merta Tenaya.
Untuk bantuan dari Provinsi juga ditunda karena Covid-19.
Sedangkan bantuan bedah rumah dari Kementerian sebanyak 125 unit.
Nominalnya sekitar 17.5 juta per unit.
Itu hanya sebatas rehab.
Bantuan ini langsung ditangani oleh Balai bersangkutan, tapi tetap koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karangasem.
Untuk diketahui, tahun 2020 anggaran untuk bedah rumah dialihkan ke penanganan Covid-19, sehingga program bedah rumah tak ada.
Sedangkan bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 750 unit dan diberikan 2 tahap.
Tahun 2019, Dinas Perkim memperbaiki sebanyak 1.337 dari APBD serta Pusat.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ni-wayan-korni_20180716_132527.jpg)