Kabar Duka, Imam Sulung Asal Bali Romo Subhaga Telah Pergi
Pater Sevasius Subhaga,SVD atau yang akrab disapa Romo Subhaga meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Ketika tanggal 23 Maret 1938 anak ketiga itu lahir, orang tuanya mengikuti saran Pan Paulus. Anak itu dibuang secara adat di pertigaan dusun Batulumbung lalu dipungut oleh Pan Paulus.
Kemudian Pan Paulus meminta Pater Simon Bois,SVD membaptisnya dengan nama Servasius.
Anak ketiga itu menyandang nama Servasius I Nyoman Rongsong, tumbuh sehat.
Ia masuk Sekolah Dasar (Sekolah Rakyat) di Untal-Untal Gaji dan saat kelas IV pindah ke Sekolah Rakyat Tuka.
Kenangan di masa Sekolah Rakyat dulu bagi Pater Servas adalah bahwa ia aktif di putra altar dan sering diajak pater Jan Kersten,SVD dan Pater C.Van Iersel,SVD mengunjungi orang kusta di Munggu, Padang Galak, Antosari, Kalianget Singaraja.
Pater Servas mengaku sangat terpesona dengan karya para misionaris SVD kala itu.
Menjelang tamat sekolah rakyat pater Servas memberanikan diri bertanya kepada para misionaris SVD itu, apakah dirinya boleh menjadi pastor? Jawabannya adalah “Boleh”.
Pater Servas lalu minta izin kepada ibunya, yang kemudian terdiam.
Setelah satu hari baru ibunya bertanya: Nak apakah kamu sudah pikir, tidak ada orang Bali jadi Pastor, berani tanggung segala akibatnya? Kalau kamu berani silahkan, ibu tidak berkeberatan. Pater C Van Iersel,SVD kemudian mencarikan donatur dari Propaganda Fide lalu Mgr. Hubertus Hermens,SVD, Prefektur Apostolik Denpasar mengirim Servas ke Mataloko, Ngada Flores.
Itu terjadi pada tahun 1952. Sepuluh bulan belajar di Seminari St. Yohanes Berhmans Todabelu, Servas kemudian ditarik ke Bali karena Pater Nobert Shadeg,SVD mendirikan Seminari Roh Kudus.
Servas belajar di seminari Roh Kudus itu tahun 1953-1955.
Tahun 1955 sampai 1962 Pater Servas melanjutkan pendidikan ke Seminari Menengah Mertoyudan Magelang Jawa Tengah.
Lalu tahun 1961 sampai 1963 menjalani tahun novisiat di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Maumere dan mengucapkan kaul pertama pada 15 Agustus 1963.
Ia belajar filsafat dan teologi di STFK Santo Paulus Ledalero dari 1963 sampai 1968 dan mengucapkan kaul kekal pada 15 Agustus 1968.
Tanggal 9 Juli 1969 Pater Servas ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Denpasar waktu itu Mgr. Dr. Paulus Sani Kleden,SVD. Ia memilih motto: “Seorang imam dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa”.
Sesudah ditahbiskan menjadi imam Pater Servas dianjurkan oleh sesepuh bapak Johanes Maria Cokorda Oka Sudharsana agar mengganti nama menjadi Servatius I Nyoman Subhaga, SVD yang selanjutnya kini kita kenal sebagai Pater Servatius Subhaga,SVD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/romo-subhaga.jpg)