Breaking News:

Corona di Bali

Meski Sudah 2 kali Vaksin Masih Bisa Terpapar Covid-19 Hingga Meninggal, Suarjaya Minta Taati Prokes

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa orang yang divaksinasi memang akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi.

Pixabay/kfuhlert via kompas.com
Ilustrasi - Pemberian suntikan vaksin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus meninggal karena Covid-19 meski telah mendapatkan vaksinasi dua tahap di Bali menjadi sorotan. 

Sebelumnya diberitakan seorang politisi PDIP Bali yang bernama I Wayan Sutena (54) dikabarkan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pada Jumat 2 April 2021

Padahal sebelumnya Sutena telah mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis kedua.

Baca juga: Masuk Zona Merah Rabies, Populasi Anjing di Dua Wilayah Gianyar Ini Dipantau Intensif 

Lalu mengapa orang yang sudah divaksin tetap bisa terjangkit Covid-19?

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya buka suara terkait hal tersebut.

"Saya sudah sering katakan bahwa vaksin ini tidak 100 persen yang bisa melindungi maka dari itu, protokol kesehatan harus tetap dijaga, tidak sampai kebal 100 persen. Maka dari itu walaupun kita sudah tervaksinasi jangan gegabah jangan tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan," ucapnya, Senin 5 April 2021.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa orang yang divaksinasi memang akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi.

Namun bukan berarti virus Covid-19 tidak bisa menyerang.

"Orang yang divaksinasi akan memiliki kekebalan yang lebih tinggi daripada yang tidak divaksinasi. Namun virus tentu saja bisa terus menyerang. Jadi ini yang harus diingatkan jadi kita paham bahwa Kesehatan tetap menjadi yang pertama," tambahnya. 

Kasus Disebut Turun Karena Efek PPKM Nasional di Bali

Pemerintah akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, PPKM mikro akan berakhir pada Senin, 5 April 2021 atau pada hari ini.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, selama PPKM dilangsungkan, tren kasus Covid-19 mulai alami penurunan.

"Jika dilihat dari Tren kasus Covid-19 setelah PPKM berjalan memang ada penurunan. Mudah-mudahan kita semua bisa disiplin, Sehingga tren kasus menurun ditambah dengan kegiatan vaksinasi. Saya harap ini dapat mempercepat penurunan kasus," katanya pada, Senin 5 April 2021.

Sementara untuk peraturan pada PPKM yang akan diperpanjang lagi menurutnya akan standar saja dan ia selalu mengingatkan bahwa kuncinya ada pada kedisiplinan dari masyarakat yang mentaati Protokol Kesehatan.

"Untuk PPKM saya kira sudah standar saja Kalau sudah semua dijalankan saya kira tidak ada perubahan ya. Dari angka-angka nya sih memang sudah menurun ya. Tapi harus kita evaluasi secara menyeluruh. Astungkara kalau masyarakat disiplin kuncinya kan pada disiplin. Sebesar atau selama apapun, aturan yang kita keluarkan kalau masyarakat tidak disiplin itu tidak akan berefek," tutupnya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved