Breaking News:

10 WNI Masuk Bui di Jepang, Dominan ABK yang Terlibat Kasus Penyelundupan Narkoba

Seorang di antaranya berinisial EI alias AP, lahir 18 November 1980 dan saat ini masih di penjara Fuchu Tokyo Jepang.

Editor: DionDBPutra
ilustrasi
Sampai saat ini sedikitnya 10 warga negara Indonesia ( WNI) yang ditangkap dan masuk bui di Jepang. Umumnya terlibat kasus narkoba. 

"Jumlah WNI yang ditangkap dan melakukan berbagai tindak kriminal semakin meningkat terus sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini. Kemungkinan karena adanya pemberlakuan bebas visa saat itu dengan e-paspor, sehingga banyak yang memanfaatkannya kemudian menjadi Overstay (OS) atau ilegal di Jepang," ungkap sumber Tribunnews.com.

Jumlah WNI yang meningkat terus menerus sejak 2012 tersebut sekaligus meningkatkan juga kualitas kejahatan yang muncul di Jepang.

"Kalau dulu para overstay tersebut hanya sebatas menjadi ilegal saja, karena visanya telah habis, termasuk paspornya habis masa berlakunya. Kini yang overstay tersebut sudah berani melakukan kriminalitas berat seperti perdagangan narkoba. Bahkan ada pula yang memiliki senjata api dari pasar gelap," kata sumber Tribunnews.com.

Polisi dan pihak imigrasi Jepang kini cukup aktif mencari para overstay asing termasuk WNI ilegal (overstay) yang ada di Jepang.

"Beberapa di antaranya telah kami monitor, tinggal penangkapan saja di waktu yang tepat," papar sumber itu lagi.

Hanya 200 WNI yang Memasuki Jepang

Sementara itu, wisatawan Indonesia yang memasuki Jepang selama Februari 2021 tercatat hanya berjumlah 200 orang atau menurun 99,2 persen dibandingkan Februari 2020.

Sedangkan selama 2 bulan, Januari dan Februari 2021 hanya 1.100 orang yang memasuki Indonesia atau penurunan 98,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

"Tentu saja karena adanya pandemi corona ini sehingga jumlah wisatawan banyak sekali berkurang," papar sumber Tribunnews.com, Selasa 6 April 2021.

Untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona, pemerintah Jepang menolak kedatangan warga asing, dan yang tiba pun langsung diisolasi selama 14 hari, tes PCR, dan dikenakan penangguhan voucher.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved