Densus 88 Umumkan Tiga Warga Jakarta Selatan Masuk DPO
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan setidaknya 60 terduga teroris yang ditangkap oleh kepolisian sejauh ini.
TRIBUN-BALI.COM , JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengumumkan nama tiga terduga teroris ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
Ketiga orang itu diburu sebagai bentuk pengembangan dari sejumlah operasi penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
”Saya mengatakan bahwa 3 DPO itu benar adalah DPO Densus 88 Antiteror Polri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu 7 April 2021.
Jumlah terduga teroris yang menjadi buronan sebenarnya berjumlah 4 orang. Namun, satu terduga teroris berinisial AN berdasarkan informasi yang terbaru telah ditangkap Densus 88.
Baca juga: Terduga Teroris Mengaku Simpatisan FPI dan Berencana Teror SPBU, Kuasa Hukum Rizieq: FPI Sudah Bubar
Baca juga: BAZNAS Antisipasi Penyaluran Zakat untuk Teroris, Potensi Zakat Setahun Rp 12,7 Triliun
”DPO tersebut ada 4, atas nama YI, AN, ARH dan NF. Dari keempat DPO, yang nomor 2 telah ditangkap, sehingga dari 4 itu, tinggal 3 DPO yang masih belum ditangkap," kata Ramadhan.
Dia mengatakan terduga teroris AN ditangkap di DKI Jakarta. Namun, pihaknya masih belum bisa merinci penangkapan terduga teroris AN tersebut.
”Kita tunggu tiga lainnya. Nanti kita tunggu update berikutnya, semoga 3 tersangka berikutnya segera dilakukan penangkapan," jelas dia.
Dari informasi yang dihimpun, para terduga teroris yang menjadi buronan itu warga Jakarta Selatan. "Pasti terkait dengan teroris karena Densus 88 yang mengatakan. Nanti perannya kami update lagi," ujar dia.
Densus 88 terus melakukan operasi penangkapan teroris di Jakarta dan sekitarnya. Operasi senyap kepolisian itu makin mencuat setelah terjadi rentetan aksi teror di wilayah Indonesia.
Sepasang suami istri berinisial L dan YSF melakukan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar pada Minggu 28 Maret 2021. Selang tiga hari kemudian, Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) turut diserang oleh terduga teroris menggunakan pistol Air Gun.
Dari operasi polisi itu, puluhan terduga teroris ditangkap dalam beberapa pekan terakhir.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan setidaknya sudah ada sekitar 60 terduga teroris yang ditangkap oleh kepolisian sejauh ini. Sebanyak 30 di antaranya berkaitan dengan bom Makassar.
Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Bekasi Tak Puas dengan Hasil Pilpres, Zulaimi: Saya Ingin Membalas
Baca juga: News Analysis Mantan Napiter Haris Amir Falah, Rekrut dan Bina Calon Teroris Via Media Sosial
"Ada kurang lebih 55 sampai 60 orang yang kami amankan," kata Listyo kepada wartawan saat memantau pengamanan ibadah malam Paskah di Gereja Katedral, Jakarta pada Sabtu 3 April 2021.
Khusus di Jakarta, Densus 88 kembali menangkap 3 orang sehingga total 10 terduga teroris yang diamankan.
”Sampai saat ini di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sudah 10 tersangka terorisme yang telah ditangkap oleh Densus 88,” kata Ahmad Ramadhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kabag-penum-divisi-humas-polri-kombes-pol-ahmad-ramadhan.jpg)