Piala Menpora 2021

Cerita Bek PSM Makassar, Abdul Rahman Selamatkan Diri dari Gempa Malang: Saya Sedang Tidur Pulas

Bek PSM Makassar Abdul Rahman berbagi pengalaman mencekam merasakan detik-detik gempa tersebut.

Editor: Kambali
KOMPAS.com/Suci Rahayu
Pemain PSM Makassar Abdul Rahman (tengah) dan Beni Okto (kanan) berlari keluar hotel karena terjadi gempa 6,7 RS yang menguncang Malang, Jawa Timur, Sabtu, 10 April 2021 siang. 

TRIBUN-BALI.COM, MALANG - Gempa bumi 6,7 SR melanda Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 9 April 2021 siang.

Bek PSM Makassar Abdul Rahman berbagi pengalaman mencekam merasakan detik-detik gempa tersebut.

Saat kejadian, dia mengaku dalam keadaan terlelap di kamar hotel tempat tim PSM dan Barito Putera menginap.

Tubuhnya letih setelah berjuang meraih kemenangan saat menghadapi PSIS Semarang di babak 8 besar Piala Menpora 2021, Jumat, 8 April 2021 malam.

Namun, guncangan gempa berkekuatan 6,7 SR membuat dia terbangun dari tidur.

Awalnya, dia tidak sadar dengan apa yang terjadi, tetapi guncangan disertai bunyi decitan tembok yang semakin menjadi-jadi membuatnya sadar sedang ada gempa yang melanda.

Baca juga: Pasca Gempa 6,1 Magnitudo, BMKG : Waspadai Potensi Longsor dan Banjir Bandang

"Saya sedang tidur pulas, lalu kasurnya bergoyang-goyang.

Langsung saya yakin gempa karena kencang soalnya, sampai bangunannya berbunyi (mengeluarkan suara)," ujarnya kepada Kompas.com.

Abdul Rahman pun langsung berupaya menyelamatkan diri.

Tanpa memperhatikan pakaian dan alas kaki, dia langsung berlari menuju pintu keluar.

Dia beruntung karena mendapatkan kamar di lantai satu sehingga bisa menuju ruang terbuka lebih cepat.

"Saya sudah tidak kepikiran apa-apa, langsung lari saja ke ruang terbuka," katanya.

Baca juga: Ini Prediksi Skor PSIS Semarang vs PSM Makassar, Hujan Gol Bakal Warnai Dua Tim Bertipe Menyerang

Mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut mengakui ini bukanlah pengalaman pertamanya menghadapi gempa besar. Dia mengaku pernah merasakan gempa yang lebih besar.

"Dulu pernah di Padang sama di Ternate. Bahkan, yang di Padang lebih kencang, tetapi namanya gempa, ya pasti langsung panik," tutur pemain berusia 32 tahun itu.

Abdul Rahman melanjutkan kejadian ini sempat membuat keluarganya ikut panik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved