Breaking News:

Berita Bangli

Harga Babi Hidup di Bangli Sentuh Rp 46 Ribu per Kilogram, Peternak: Biaya Operasional Juga Tinggi

Salah satu peternak babi, Sang Putu Adil mengatakan, mulai tahun 2021 harga babi memang melonjak tinggi dibandingkan tahun 2020.

Istimewa
Salah seorang kariawan Sang Putu Adil saat memberi makan babi. Minggu (11/4/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sempat anjlok pada tahun 2020 lalu akibat suspect African Swine Fever (ASF), harga babi hidup di Bangli kini berada di titik puncak.

Kendati demikian, keuntungan yang diperoleh para peternak tidak terlalu banyak lantaran harga pakan yang ikut melambung.

Salah satu peternak babi, Sang Putu Adil mengatakan, mulai tahun 2021 harga babi memang melonjak tinggi dibandingkan tahun 2020.

Hal ini dikarenakan stok babi di kalangan peternak sempat mengalami penurunan akibat suspect ASF.

Baca juga: Dinas Pertanian dan Pangan Badung Turunkan 62 Tim Kesehatan Untuk Lakukan Pengecekan Daging Babi

"Kondisi ini menyebabkan stok babi di Bali mengalami penurunan drastis," ujarnya Minggu 11 April 2021.

Tak hanya stok babi yang berkurang, harga babi pun ikut terimbas.

Di mana pada tahun 2020, harga babi anjlok yakni Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogramnya.

Sehingga peternak cenderung merugi, lantaran break even point (BEP) babi, Rp 35 ribu.

"Kalau dengan BEP sekian, harga jual Rp 40 ribu per kilo baru dikatakan normal," ucapnya.

Namun memasuki awal tahun 2021, lanjut Sang Putu Adil, harga babi melonjak drastis yakni Rp 50 ribu hingga Rp 52 ribu per kilo.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved