Breaking News:

Ramadhan 2021

3 Pesan Ketum MUI Bali Bagi Umat Islam di Bali dalam Melaksanakan Ibadah Ramadhan di Masa Pandemi

Pertama, Ia mengharapkan kepada umat Islam di Bali agar tetap menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Drs. K.H, Mahrusun Hadiyono M.PDI, Ketua Umum MUI Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bali menyampaikan pesan kepada umat muslim yang berada di Bali untuk melaksankan ibadah puasa dengan baik, melakukan ibadah-ibadah lain seperti tarawih, tadarus, i'tikaf dan sebagianya dalam waktu yang terbatas, serta tetap menjaga keselamatan bersama di masa pandemi covid-19.

Mahrusun Hadiyono, Ketua Umum MUI Bali yang ditemui langsung di Kantor MUI Bali yang beralamat di Jl. Pulau Menjangan No.28, Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali pada Senin 12 April 2021 menyampaikan tiga pesan kepada umat Islam di Bali.

Pertama, Ia mengharapkan kepada umat Islam di Bali agar tetap menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Ibadah puasa merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam.

Kedua, Ia menyampaikan untuk ibadah-ibadah seperti Tarawih, membaca Al Quran, tadarus, dan sebagainya dilakukan dalam waktu yang terbatas, ia menggarisbawahi kalau sebelumnya kegiatan ceramah atau mengaji dilakukan sampai malam, untuk saat ini ia berpesan untuk dilakukan cukup sampai jam 10 malam.

5 Tips Mengatasi Bau Mulut yang Timbul Saat Berpuasa

Masih Pandemi Covid-19, Begini Rencana Acara Buka Bersama di Masjid Raya Ukhuwwah Denpasar Bali

Menteri Agama: Zona Merah Covid-19 Tak Diperbolehkan Tarawih Berjamaah Selama Ramadhan

"Saya mengharapkan umat Islam tetap menjalankan ibadah puasa dengan baik  karena itu sebuah kewajiban, kemudian untuk ibadah-ibadah lain seperti Tarawih, membaca Al-Quran, Tadarus, I'tikaf dan sebagainya dilakukan dalam waktu yang terbatas lah, cukup sampai jam 10 bisa di akhiri," pesannya

Ketiga, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan di tengah pandemi.

Ia memberikan keterangan bahwa ibadah puasa dilakukan selama satu bulan penuh, sehingga masyarakat harus tetap menjaga diri sendiri dan orang lain dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Saya tetap mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga keselamatan bersama, di masa pandemi, karena apa, kegiatan puasa dan amalan lain ini kan dilakukan selama saty bulan, nah itu lama itu, sehingga masyarakat harus tetap menjaga diri sendiri dan orang lain dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan" imbuhnya.

Ibadah puasa Ramadhan mulai dilakukan umat Islam terhitung dimulai hari ini. Keputusan tersebut diambil Kementerian agama  dalam Sidang Isbat penentuan 1 Ramadhan 1442 H setelah melakukan pemantauan hilal di beberapa lokasi di Indonesia.

Dalam upaya untuk segera mengakhiri Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia, umat muslim bisa melakukan vaksinasi di bulan puasa.

Proses penyuntikan vaksin juga tidak membatalkan puasa.

Penjelasan ini disampaikan oleh Mahrusun Hadiyono, Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bali.

Ketua MUI Bali itu menghimbau untuk masyarakat yang belum melakukan penyuntikan Vaksin untuk segera melakukan melakukan vaksinasi. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved