Breaking News:

Serba Serbi

Penampahan Galungan, Penetralisir Sang Kala Tiga

Dijelaskan dalam lontar Sundarigama, perayaan hari penampahan adalah simbol penetralisir kekuatan negatif Sang Hyang Kala Tiga pada tingkat utama.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Penampahan Galungan, Penetralisir Sang Kala Tiga 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Selasa 13 April 2021, adalah tepat hari penampahan Galungan.

Yaitu pada Anggara Wage Dungulan.

Dijelaskan dalam lontar Sundarigama, perayaan hari penampahan adalah simbol penetralisir kekuatan negatif Sang Hyang Kala Tiga pada tingkat utama.

Karena menggunakan sarana daging, atau bagian dalam (jeroan) hewan berkaki empat.

Baca juga: Tradisi Nampah Kebo di Desa Pandak Gede Tabanan Bali Saat Hari Raya Galungan

Baca juga: Selama Hari Raya Galungan, Pelayanan SIM di Polresta Denpasar Bali Tutup Sementara

Baca juga: TOSS Centre Tidak Beroperasi Saat Galungan, Ini Perubahan Jadwal Pembuangan Sampah di Klungkung

Umat Hindu di Bali meyakini, bahwa hari penampahan ini atau Selasa Wage Dungulan, adalah hari turunnya Sang Hyang Kala Tiga untuk mencari mangsa dalam wujud Bhuta Amengkurat.

"Karena itu, umat Hindu melakukan persembahyangan dengan membuat upacara Bhuta Yadnya di perempatan desa atau rumah-rumah umat," jelas I Nyoman Suarka Koordinator Tim Alih Aksara Alih Bahasa dan Kajian Lontar Sundarigama.

Upacara ini biasanya dipimpin oleh pendeta Siwa dan pendeta Budha.

Umat Hindu kemudian membuat sesajen sasayut, prayascita, pabyakala, dan pajaya-jaya untuk menyucikan pikiran agar memperoleh kemenangan dalam melawan kekuatan negatif Sang Hyang Kala Tiga ini.

Adapun sesajen cari, yang dibuat untuk dipersembahkan di halaman rumah atau di halaman sanggah dan di jalan masuk perumahan pada penampahan ini.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved