Breaking News:

Sponsored Content

Sertifikat SMP 4 Mendoyo Diserahkan, Bupati Jembrana Atensi Lahan Sensitif

Diserahkan oleh kepala seksi penataan dan pemberdayaan pertanahan, Kus Sanyoto, sertifikat diterima langsung oleh Bupati Tamba.

Istimewa
Bupati Tamba terima sertifikat SMP 4 Mendoyo yang diserahkan oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Pertanahan, Kus Sanyoto, Senin 12 April 2021 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Bupati jembrana, I Nengah Tamba, didampingi oleh Sekda Kabupaten Jembrana, I Nengah Tamba, Inspektur Wayan Koriani dan Kepala Badan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah, Dewa Kusuma, menerima langsung penyerahan 10 buah sertifikat tanah yang salah satunya adalah sertifikat tanah SMP Negeri 4 Mendoyo, Senin 12 April 2021 di ruang VIP Bupati Jembrana.

Diserahkan oleh kepala seksi penataan dan pemberdayaan pertanahan, Kus Sanyoto, sertifikat diterima langsung oleh Bupati Tamba.

"Hari ini kita serahkan sertifikat SMP 4 Mendoyo yang akhirnya bisa kita selesaikan" ujar Sanyoto. 

Baca juga: Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Permintaan Daging Babi di Jembrana Bali Menurun

Baca juga: Sambut Bulan Ramadhan 2021, Lazismu Bali Gelar Rapat Kerja Wilayah di Jembrana Bali

Menurut Ledang, sertifikat bagi SMP 4 Mendoyo yang diterima selanjutnya akan dibuatkan berita acara untuk diproses menjadi aset daerah.

"Dari bagian pemerintahan akan dibuatkan berita acara untuk administrasi sebagai aset daerah" ucapnya.

Bupati Tamba memberikan apresiasi bagi BPN atas terselesaikannya sertifikat tanah SMP Negeri 4 Mendoyo, selain mengucapkan terima kasih atas kerja sama BPN dalam tindak lanjutnya terhadap sertifikat khususnya SMP 4 Mendoyo yang dianggap 'sensitif'.

"SMP 4 ini dari dulu sifatnya sensitif, terima kasih kerja sama BPN sehingga semua tuntas terealisasi hari ini" ujar tamba.

Ke depan Bupati Tamba berharap atensi dan kerja sama pihak BPN dalam menindak lanjuti lahan-lahan yang dianggap sensitif dan rawan masalah seperti tanah timbul.

Baca juga: Tangani Sampah Plastik, Bupati Jembrana Tamba Jajaki Kerjasama dengan Investor

"Saya harap lahan-lahan sensitif lain seperti tanah timbul bisa segera disikapi oleh pihak BPN, jangan sampai menimbulkan polemik di masyarakat," ujarnya.

Menurut Tamba, kerja sama dengan pihak BPN harus tetap berjalan harmonis, utamanya untuk mengawal masyarakat tetap kondusif.

"Saya harap kerjasama kita dan BPN senantiasa harmonis, menjaga masyarakat agar jauh dari masalah perdata yang berlarut-larut, semua demi kemajuan Kabupaten Jembrana," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Jembrana 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved