Serba Serbi
Pemacekan Agung, Jangan Panjat Pohon Hari Ini
Hari ini, Soma Kliwon Kuningan, bertepatan dengan hari raya suci Pemacekan Agung.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sebelumnya diawali dari Tumpek Wariga.
Hingga Soma Kliwon Kuningan yang rentang waktunya adalah selama 30 hari.
Lalu dari Soma Kliwon Kuningan sampai Budha Kliwon Pahang.
Atau yang disebut Pegatwakan. Juga rentang waktunya adalah 30 hari.
"Sehingga saat Soma Kliwon Kuningan ini disebut Pemacekan Agung," jelasnya.
Sebagai tonggak atau pertengahan dari awal sampai akhir rangkaian Galungan hingga Kuningan.
Juga sebagai tonggak yang kuat sehingga tidak tergoyahkan untuk mencapai kemuliaan dan keharmonisan.
"Makanya hari suci Pemacekan Agung dikatakan sebagai tonggak kebangkitan umat, sebagai pengukuhan kekuatan pikiran untuk menjaga harkat, martabat dan moral sehingga terhindar dari perbuatan yang tercela,"ucapnya.
Untuk itu, perlu dihaturkan upacara suguhan berupa caru panyambleh ayam samalulung.
Menggunakan anak ayam yang masih kecil.
Dihaturkan kepada Sang Kala Galungan, agar tidak membencanai umat-Nya.
Di samping itu juga, kata dia, para umat dimohon mengahaturkan segehan di halaman sanggah, halaman rumah, pintu keluar-masuk dan pada lebuh.
Agar para bhuta kala atau Sang Kala Tiga somia.
"Sehingga terwujud kedamaian, ketentraman dan keharmonisan. Baik bhuana alit, maupun bhuana agung," katanya.
Agar tidak terjadi hal- hal buruk yang menimpanya atau terhindar atau dari marabahaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-hindu-bali-sembahyang-1.jpg)