Berita Bali
Buka Pariwisata Bali, Kami OTG!
KABAR akan dibukanya pintu pariwisata Bali bagi turis asing menjadi kabar gembira bagi insan pariwisata.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - KABAR akan dibukanya pintu pariwisata Bali bagi turis asing menjadi kabar gembira bagi insan pariwisata.
Bagaimana tidak, sudah setahun lebih tidak ada pemasukan sama sekali.
Kabar gembira ini disambut baik oleh Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana.
"Sebagai praktisi pariwisata saya sangat setuju kalau pariwisata dibuka pada saat libur Lebaran, namun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," tegasnya kepada Tribun Bali, Selasa 20 April 2021.
Baca juga: DPRD Bali Minta Masyarakat Taati Larangan Mudik Demi Dibukanya Pariwisata
Baca juga: Pembukaan Pariwisata di Ubud Masih Belum Jelas, Warga Ini Mengaku Bingung Bagaimana Nasibnya Kedepan
Baca juga: Bangkitkan Pariwisata Bali, Kartini Go Surf 2021 Digelar di Pantai Kuta Bali Hari Ini 16 April 2021
Ramia, sapaan akrabnya, mengatakan pelaku pariwisata sudah sangat siap untuk hal ini.
Termasuk mengantisipasi membludaknya wisatawan domestik di saat libur Lebaran sebentar lagi.
"Toh juga destinasi Bali telah melaksanakan protokol CHSE hampir di semua kawasan wisata dan green zone," sebutnya.
Dengan kebijakan ini, minimal memberi peluang kepada para pengusaha hotel untuk menambah pendapatan tatkala memperpanjang hidup mereka yang sudah terpuruk dan berdarah-darah lebih dari 14 bulan.
"Kami berharap pemerintah memberikan kebijakan agar tetap dibuka selama libur Lebaran walau mudik dilarang," katanya.
Pariwisata Bali, kata dia, sudah sangat siap sejak lama dalam penerapan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran virus lainnya.
Jika tidak demikian, ia sangat khawatir industri pariwisata dan seluruh insan pariwisata akan benar-benar mati.
Bukan mati suri lagi. Karena tidak ada pemasukan untuk melanjutkan hidup ke depannya.
"Kami bertahan selama 14 bulan sebagai OTG (orang tanpa gaji), dengan hidup dari 'memakan' tabungan kami dan mengais ke sana sini. Malah beberapa sampai menjual asetnya," tegas Ramia.
Ketua DPD Asita 1971 Bali I Putu Winastra, juga mempunyai harapan yang sama.
Ia menanggapi diplomatis antara larangan mudik pada saat Lebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/momen-libur-paskah-2021-trafik-penumpang-di-bandara-ngurah-rai-bali-selama-5-hari-capai-62-ribu.jpg)