Berita Bali
Hingga Pertengahan April 2021, Terdapat 34 UMKM Binaan BI Bali, Didominasi Pertanian dan Peternakan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali mencatat bahwa hingga pertengahan April 2021 terdapat 34 UMKM Binaan BI Bali.
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali mencatat bahwa hingga pertengahan April 2021 terdapat 34 UMKM Binaan BI Bali.
Dari jumlah tersebut, setengahnya merupakan klaster pertanian, perkebunan dan peternakan, mengingat mandat utama Bank Indonesia adalah pengendalian inflasi.
Hal ini disampaikan oleh Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, M Ilham Wiratama.
Menurutnya, tidak ada target eksplisit pertambahan UMKM di setiap tahunnya, namun pihaknya terus mencari UMKM potensial yang sesuai dengan mandat Bank Indonesia.
"Kami mengutamakan pembinaan UMKM sesuai dengan mandat Bank Indonesia, yakni pengendalian inflasi, mendorong ekspor, dan Local Economy Development. Selain itu, kami juga memperhatikan komitmen calon UMKM dalam melaksanakan program-program pengembangan," kata M Ilham Wiratama.
• PLN Gelar Kompetisi dan Inovasi Kelistrikan, Dorong Pengembangan UMKM dan Industri Agrikultur
• Ini Upaya yang Dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Bali Guna Menggeliatkan UMKM Bali Go Digital
• BLT UMKM Rp 1,2 Juta per Orang, Cara Mengajukan ke Dinas Koperasi, Cek Penerima di eform.bri.co.id
Adapun syarat yang harus dipenuhi UMKM untuk dapat menjadi UMKM Binaan BI Bali, yakni sektor atau produk sesuai mandat Bank Indonesia yang dimana berbentuk kelompok, bukan perorangan.
Kemudian UMKM juga harus memiliki komitmen untuk dibina dalam melaksanakan program pengembangan UMKM.
Setelah berhasil terpilih sebagai UMKM Binaan Bank Indonesia, nantinya UMKM tersebut akan mendapatkan benefit.
"Tentu saja akan diikutsertakan dalam program pengembangan UMKM Bank Indonesia seperti pengembangan kapabilitas, bantuan teknis, kurasi produk, pameran, fasilitasi ekspor dan pembiayaan dengan lembaga keuangan, fasilitasi pemasaran, dan lainnya. Namun, perlu ditekankan Bank Indonesia tidak memberikan bantuan dalam bentuk materi," ungkapnya pada Rabu 21 April 2021.
M Ilham Wiratama juga menjelaskan bahwa secara umum para UMKM antusias dan merasa terbantu dengan program-program pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa para UMKM juga menunjukan komitmen dalam melaksanakan program pengembangan.
Menurut M Ilham Wiratama, BI Bali secara rutin melakukan program digitalisasi pemasaran, penjualan dan transaksi secara digital melalui onboarding UMKM dan perluasan QRIS sepanjang tahun.
Dan guna meningkatkan ekspor, BI Bali juga terus memfasilitasi business matching UMKM dengan agregator ekspor termasuk memfasilitasi pemenuhan persyaratan produk ekspor.
"Salah satu flagship BI Bali ialah Karya Kreatif Indonesia (KKI) dimana pada event tersebut dilakukan kurasi produk, pameran produk, talkshow terkait pengembangan UMKM, business macthing UMKM dengan pelaku usaha lain, dan onboarding UMKM. KKI di tahun ini akan dilaksanakan tiga kali, yakni Maret, Juni, dan Agustus. Dimana pada bulan Maret telah dilaksanakan KKI seri 1 di Hotel Anvaya dengan melibatkan 17 UMKM Binaan Bank Indonesia," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pameran-karya-kreatif-indonesia-kki-yang-berlokasi-di-the-anvaya-beach-resort.jpg)