Berita Denpasar

Kejari Denpasar Dalami Dugaan Korupsi Dana BKK di Pemkot, Naikkan Status Penyelidikan ke Penyidikan

Dari penanganan perkara ini, tim penyidik Kejari Denpasar telah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Kasi Intel Kejari Denpasar, Kadek Hari Supriadi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar tengah menangani dugaan korupsi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2019/2020 untuk pengadaan aci-aci dan sesajen pada banjar di Kota Denpasar.

Dari penanganan perkara ini, tim penyidik Kejari Denpasar telah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Penyidikan berdasarkan Surat Penyidikan tanggal 16 April 2021.

"Ya sudah naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan," terang Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) sekaligus Humas Kejari Denpasar Kadek Hari Supriadi, Rabu, 21 April 2021 kepada awak media.

Baca juga: Terlibat Peredaran Sabu Lintas Provinsi, Wahyu Diganjar Pidana Bui 11 Tahun di PN Denpasar

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, penanganan kasus ini berawal dari laporan masyarakat.

Dari laporan itu lah kemudian Kejari Denpasar melakukan penyelidikan.

Dalam proses penyelidikan Kejari Denpasar meminta keterangan sejumlah pihak.

Mulai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemintah Kota (Pemkot) Denpasar hingga prajuru adat.

Selain itu, jaksa juga melakukan pengumpulan bahan dan data lainnya.

"Dari pemeriksaan saksi dan data, diperoleh fakta hukum adanya dugaan penyimpangan. Sumber dana BKK dari APBD Kota Denpasar dan sebagian APBD Pemprov Bali," ungkap Jaksa Kadek Hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved