Kapal Selam Hilang Kontak

Kapuspen TNI: Temuan Minyak dan Oli Belum Dapat Disimpulkan Sebagai Bahan Bakar Kapal Selam

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad menjelaskan, kronologis hilang kontak KRI Nanggala pada pukul 03.46 Wita KRI Nanggala melaksanakan penyelaman

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad 

"Namun dari temuan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai bahan bakar kapal selam," ucapnya.

Baca juga: Ibunda Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402 Terus Tanyakan Keberadaan Putranya

Disamping laporan temuan minyak, KRI REM 331 juga melaporkan secara lisan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2.5 knots.

Kontak tersebut kemudian hilang, sehingga masih tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai Kapal Selam.

Selain itu bantuan dari pihak ketiga yang akan datang yaitu Singapura, berupa Kapal Swift Rescue.

Kapal ini adalah kapal penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di bawah air/sub rescuer.

Swift Rescue diperkirakan tiba di lokasi pada tanggal 24 April.

Malaysia dengan Kapal Rescue Mega Bakti, akan tiba tanggal 26 April 2021.

Kemudian KNKT akan membantu pencarian dengan mengerahkan gabungan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) dengan menggunakan kapal Basarnas.

Adapun Daftar Posko TNI AL bertempat di Crisis Center wilayah Mako Koarmada II Surabaya dan Lanal Banyuwangi, dimana Lanal Banyuwangi mendirikan 3 posko berlokasi di Pelabuhan Tanjung Wangi, Bandara Belimbing Sari dan Mako Lanal Banyuwangi.(*)

Artikel lainnya di Kapal Selam Hilang Kontak

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved