Kapal Selam Hilang Kontak

Kapuspen TNI: Temuan Minyak dan Oli Belum Dapat Disimpulkan Sebagai Bahan Bakar Kapal Selam

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad menjelaskan, kronologis hilang kontak KRI Nanggala pada pukul 03.46 Wita KRI Nanggala melaksanakan penyelaman

Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kapal Republik Indonesia (KRI) Nanggala 402 milik TNI AL hilang kontak di Perairan Utara Pulau Bali saat sedang melaksanakan latihan penembakan torpedo, pada hari Rabu 21 April 2021 kemarin.

Posisi terakhir diperkirakan 60 mil atau 95 kilometer di utara Pulau Bali.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad, saat konferensi pers dihadapan awak media, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, Kamis 22 April 2021.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad menjelaskan, kronologis hilang kontak KRI Nanggala pada pukul 03.46 Wita KRI Nanggala melaksanakan penyelaman.

Baca juga: Inilah Daftar Nama 53 Personel Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, 1 Orang Bali

Kemudian pukul 04.00 WITA melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8, yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala.

Pada pukul 04.25 saat Komandan Gugus Tugas Latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, komunikasi dengan Nanggala sudah terputus.

"TNI AL saat ini sedang melaksanakan pencarian di posisi terakhir kapal selam terdeteksi.

Operasi pencarian itu sendiri sudah dimulai sejak kemarin sesaat setelah KRI Nanggala tidak muncul ke permukaan sesuai jadwal latihan," ujar Kapuspen TNI.

Alutsista yang sedang melaksanakan operasi pencarian KRI Nanggala 402 terdiri dari 5 KRI yaitu KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan 1 helikopter TNI AL Helly Panther.

"TNI juga mengerahkan KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survey hydro oseanografi.

Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu (Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu)," kata Mayjen TNI Achmad Riad.

Lebih lanjut, Kapuspen TNI menyampaikan bahwa tim gabungan telah menemukan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi yang berbeda.

Temuan tersebut terlihat secara visual oleh Helly Panther HS-4211 pada posisi 07o 49' 74" LS, 114o 50' 78" BT pada radius 150 m, KAL Bawean (lokasi tidak tercatat), KRI REM 331 posisi 07o 51' 92" LS, 114o 51' 77" BT, area seluas 150 m2.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved