Virus Corona

Paus Fransiskus Minta Doa Sebulan Penuh agar Covid-19 Lekas Berakhir, Kondisi India Makin Genting

Paus meminta umat Katolik menyampaikan intensi khusus dalam doa rosario selama bulan Mei nanti agar Covid-19 lekas berakhir.

Editor: DionDBPutra
AFP/FILIPPO MONTEFORTE / POOL
Paus Fransiskus memberikan berkat saat misa Paskah di Basilika St Petrus Vatikan,Minggu 4 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, VATICAN CITY - Pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus mengumumkan doa selama sebulan penuh mulai 1 Mei 2021 agar pandemi Covid-19 cepat berakhir.

Paus meminta umat Katolik menyampaikan intensi khusus dalam doa rosario selama bulan Mei nanti supaya pagebluk yang sudah membunuh tiga juta orang di seluruh dunia lekas berlalu.

Situs Vatican News memberitakan, selama Mei sebanyak 30 tempat yang didedikasikan sebagai penghormatan bagi Santa Perawan Maria akan mengimbau umat datang dan berdoa.

Baca juga: Paus Fransiskus Ingatkan Pentingnya Vaksin bagi Masyarakat Miskin dan Tinggal di Zona Perang

Baca juga: Paus Fransiskus Doa Khusus bagi Para Korban Bom di Gereja Katedral Makassar

"Inisiatif ini akan mendukung masyarakt untuk berdoa Rosario demi berakhirnya pandemi," ujar Pontifical Council for Promoting the New Evangelization.

Paus Fransiskus, yang sempat dikritik karena enggan memakai masker, akan membuka bulan " doa maraton" melalui Doa Rosario pada 1 Mei 2021.

Selama 31 hari, berbagai tempat di seluruh dunia akan memanjatkan doa Rosario demi berakhirnya Covid-19.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona di muka Bumi ini mencapai lebih dari tiga juta orang, dengan satu juta di antaranya terjadi hanya dalam tiga bulan terakhir.

Dilansir Daily Mail Kamis 22 April 2021, kasus virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu sudah menginfeksi sekitar 141 juta orang,

Paus Fransiskus akan menutup bulan doa dengan sebuah doa yang disiarkan secara khusus.

Saat memimpin misa Minggu Paskah pada awal April 2021, Paus menyerukan supaya vaksin juga dibagikan ke negara miskin.

Sri Paus juga mendoakan supaya berbagai pengetatan selama bergulirnya pandemi virus corona bakal diangkat.

Bulan lalu, Paus asal Argentina itu memotong gaji para kardinal maupun para pejabat Vatikan lainnya.

Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio itu bersikeras untuk tidak memecat orang meski keuangan negara-kota itu sedang defisit.

Corona di India Memburuk

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved