Berita Bangli

Empat Pemudik Diminta Putar Balik di Pos Penyekatan Tembuku Bangli

Tim gabungan melakukan operasi penyekatan di perbatasan Bangli-Karangasem terhadap warga yang akan mudik ke kampung halamannya

Istimewa
Personel TNI dan Polri saat melakukan penjagaan di perbatasan Bangli - Karangasem. Selasa (27/4/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Upaya meminimalisir penyebaran virus corona bagi para pemudik jelang hari raya Idul Fitri sudah mulai dilakukan oleh personel TNI dan Polri.

Salah satunya di wilayah Tembuku.

Tim gabungan melakukan operasi penyekatan di perbatasan Bangli-Karangasem terhadap warga yang akan mudik ke kampung halamannya.

Pada kegiatan tersebut, tim mendapati empat warga yang akan bepergian mudik ke kampung halamannya.

Baca juga: Tak Gunakan Masker, Lima Warga Bangli Kembali Terjaring Operasi Yustisi

Oleh petugas diimbau agar warga bersangkutan tidak melaksanakan mudik untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19, dan putar balik.

Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, Selasa 27 april 2021, menjelaskan penyekatan ini merupakan upaya pihaknya untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid 19. Sehingga diharapkan tidak ada klaster baru akibat kegiatan mudik tersebut.

Dandim juga mengimbau kepada warga masyarakat pendatang agar tidak melaksanakan kegiatan mudik ke kampung halamannya, sesuai dengan instruksi pemerintah.

Sementara Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengungkapkan, oprasi penyekaatan dilakukan oleh tiap Polsek jajaran di jalur perbatasan. Seperti Polsek Kintamani menggelar operasi di perbatasan Bangli - Singaraja, Polsek Tembuku di perbatasan Bangli - Karangasem, Polsek Susut dan Bangli di perbatasan Bangli dan Gianyar.

 "Dalam operasi penyekatan ini, setiap warga yang ditemukan akan melakukan mudik ke kampung halaman, kita arahkan untuk putar balik," tegas kapolres.

Disisi lain, kasus positif covid-19 di Bangli terus mengalami penambahan. Yang terbaru, sembilan warga asal Kecamatan Kintamani dilaporkan terpapar covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa (27/4/2021).

Ungkapnya, sembilan warga tersebut berasal dari Desa Kedisan, Desa Belantih, Desa Suter, Desa Sukawana, Desa Lembean, dan Desa Belancan.

Sementara sisanya, tiga orang diketahui berasal dari Kecamatan Bangli, dan seorang asal Kecamatan Susut.

"Dari penambahan tersebut akumulasi kasus positif di Bangli sebanyak 2.274 kasus.

Baca juga: Antisipasi Pemudik Jelang Lebaran, Polres Bangli Siapkan 2 Pos Sekat

Di mana 77 orang masih menjalani perawatan dan 2.105 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan angka kematian diketahui sebanyak 92 orang," ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bangli
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved