Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Larangan Mudik Lebaran 2021, Kapolda Jayan Danu: Kami Tempatkan Pos Penyekatan Keluar Masuk Bali

Kapolda Jayan Danu menuturkan, bahwa pos penyekatan itu ialah pos terpadu. Dimana setiap PPDN, dilarang mudik.

Tribun Bali/Made Adrhiangga
Kapolda Bali Irjen Pol Jayan Danu Putra saat diwawancara awak media dalam peresmian Polsek Jembrana, Selasa 27 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Larangan mudik diberlakukan oleh Pemerintah Pusat mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Dalam adendum Satgas Penanganan Covid, mulai 22 April lalu atau 14 Hari sebelum larangan mudik berlaku, akan ada pengetatan persyaratan PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) keluar masuk daerah.

Dan juga 14 hari setelah larangan mudik.

Atas hal ini, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra pun membenarkan hal tersebut.

Kapolda Jayan Danu mengaku, bahwa di Jembrana sebagai pintu gerbang Pulau Bali dari Pulau Jawa, pun memberlakukan hal tersebut.

Akibat Larangan Mudik 2021,Ketua APPBI DPD Bali Prediksi Ada Peningkatan Kunjungan di Mall Capai 30%

Terminal Mengwi Tipe A Dipastikan Tetap Beroperasi Meski Adanya Larangan Mudik Lebaran 2021

Pengetatan Larangan Mudik Lebaran 2021, Penumpang di Pelabuhan Padang Bai Karangasem Landai

Bahkan sudah dilakukan penyekatan dimana Polres Jembrana dan aparat terkait akan melakukan penyekatan pengetatan.

Pihaknya pun sudah menempatkan pos penyekatan.

“Kami sudah menempatkan pos penyekatan, karena memang Jembrana merupakan kabupaten perbatasan dengan Jawa. Jadi ada pos di dekat terminal cekik,” ucapnya Selasa 27 April 2021 saat meresmikan Polsek Jembrana didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa.

Kapolda Jayan Danu menuturkan, bahwa pos penyekatan itu ialah pos terpadu.

Dimana setiap PPDN, dilarang mudik.

Karena itu pihaknya melakukan langkah-langkah, dimana memeriksa setiap orang yang keluar masuk tidak diijinkan mudik, atau tidak boleh menyebrang.

Ketika akan keluar maka tidak diijinkan menyebrang pada tanggal larangan.

Kemudian, untuk masuk ketika tidak ada tujuan yang jelas, maka akan dikembalikan.

“Masuk dan keluar sesuai SE Gubernur kan sudah disebutkan. Jadi memang dilarang, pada tanggal sesuai dengan aturan (6 hingga 17 Mei),” bebernya. 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved