Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kapal Selam Hilang Kontak

Xi Jinping Turut Berduka Atas Insiden KRI Nanggala 402, Malaysia, Turki dan AS Berbelasungkawa

 Insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, turut memantik bela sungkawa Presiden China Xi Jinping sekaligus mengucapkan rasa duka citanya

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
XINHUA/LI XUEREN/EPA-EFE
Presiden China Xi Jinping saat menghadiri G20 Extraordinary Virtual Leaders Summit terkait persoalan Covid-19 via video conference dari Beijing, pada 26 Maret 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, BEIJING – Insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, turut memantik bela sungkawa Presiden China Xi Jinping sekaligus mengucapkan rasa duka citanya atas tragedi tersebut.

Demikian mengutip laporan resmi dari kantor berita China Xinhua, Selasa 27 April 2021.

Lewat pesannya tersebut, Xi Jinping menyatakan terkejut atas insiden yang dialami kapal selam Angkatan Laut Indonesia yang tenggelam di laut dan menyebabkan gugurnya para awak kapal.

Xi Jiping mengatakan, atas nama pemerintah dan rakyat China serta pribadi, ia menyampaikan rasa belasungkawanya yang mendalam atas para korban dan mengirim simpati yang tulus ke keluarga yang berduka.

Baca juga: Beredar Isu Kapal Selam KRI Nanggala 402 Ditembak Kapal Asing, Ini Klarifikasi TNI AL

Baca juga: Mengawaki Nanggala Selama 17 Tahun, Laksamana Muda Iwan Isnuwanto Pernah Alami Kondisi Mencekam

Sejumlah negara sahabat telah menyampaikan dukacita mendalam.

Termasuk Turki menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas musibah kapal selam  KRI Nanggala-402 yang 53 awak kapal berada di dalamnya.

Seperti dilansir Kantor Berita Anadolu melaporkan Senin (26/4/2021), Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya menerima berita tentang kapal selam tersebut tenggelam dan krunya gugur di pulau Bali "dengan kesedihan mendalam."

Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Indonesia, pemerintah dan TNI AL.

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang bersama krunya saat latihan pada Rabu pekan lalu.

Kapal selam ini dibangun di Jerman pada tahun 1977 dan bergabung dengan Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1981.

Baca juga: Asrena KASAL Tegaskan KRI Nanggala-402 Tidak Kelebihan Muatan dan Penumpang

Baca juga: 53 Prajurit KRI Nanggala 402 Disebut Berkorban Demi Bangsa, PKB Bali Gelar Tabur Bunga & Doa Bersama

PM Malaysia Berbelasungkawa

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden RI Joko Widodo serta pemerintah dan masyarakat Indonesia atas tragedi kapal selam KRI Nanggala-402.

Muhyiddin mengatakan Malaysia selalu siap untuk terus mengulurkan bantuan yang tepat untuk Indonesia dalam menghadapi momen kritis ini.

"Atas nama pemerintah dan semua warga Malaysia, saya menyampaikan belasungkawa... kami juga sedih dengan tragedi yang mengejutkan dan memilukan ini,” ucap Muhyiddin, seperti dilansir Kantor Berita Malaysia, Bernama dan Theedgemarkets, Senin (26/4/2021) .

"Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada anggota keluarga dari 53 awak kapal dalam menghadapi tantangan ini," katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di laman Facebook-nya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved