Breaking News:

Berita Bangli

Kantor Bawaslu dan KPU Bangli Rencananya Akan Dijadikan Satu Atap

Sang Nyoman Sedana Arta saat menerima audensi Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu Kabupaten Bangli, di Rumah Jabatan Bupati Bangli, Kamis 29 April 2021

Istimewa
Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Purna (kanan) saat bertemu dengan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta (kiri) di Rumah Jabatan Bupati Bangli. Kamis (29/4/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli berencana menjadikan kantor Bawaslu dan KPU Bangli menjadi satu atap.

Rencana kantor satu atap tersebut diungkapkan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta saat menerima audensi Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu Kabupaten Bangli, di Rumah Jabatan Bupati Bangli, Kamis 29 April 2021.

Sedana Arta mengatakan, dalam menyongsong Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024, tentunya Bawaslu harus siap dari sisi pengawasan serta sarana dan prasarana gedung kantor yang memadai.

Namun untuk merealisasikan rencana tersebut, terlebih dahulu perlu dilakukan perancangan.

Baca juga: Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri Bagi Para ASN di Pemkab Bangli Diberikan Hanya Sehari

“Rencananya Kantor KPU yang sekarang akan saya jadikan untuk kantor Bawaslu dan juga KPU. Mengingat kondisi kantor itu memang sudah berumur cukup tua, nanti akan kita rancang dulu bagaimana design yang cocok, sehingga bisa dimanfaatkan oleh dua penyelenggara pemilu ini,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani sejalan dengan rencana Bupati Bangli.

Wanita asal Buleleng itu juga berharap agar Pemkab Bangli bisa menghibahkan asetnya berupa tanah atapun berupa bangunan kantor untuk Bawaslu Kabupaten Bangli.

Sebab menurut Ariyani, tantangan Bawaslu dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024 sangatlah besar, sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kinerja Bawaslu.

Sementara itu, harapan perbaikan gedung sebelumnya juga sudah sempat disampaikan oleh Ketua KPU Bangli, I Putu Gede Pertama Pujawan saat penyampaian realisasi laporan keuangan kepada Bupati dan Sekda Bangli.

Pujawan mengatakan, gedung KPU yang sejatinya merupakan rumah jabatan wakil Ketua DPRD Bangli itu, kurang representatif untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan. Seperti rapat pleno yang memanfaatkan lahan kosong diantara dua gedung, yang disambung asbes dan ditutup tenda.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved