Breaking News:

Berita Tabanan

Tingkat Konsumsi Makan Ikan di Tabanan Masih Rendah, Pemkab Salurkan 500 Paket Gemar Makan Ikan

Sebanyak 500 paket gerakan masyarakat makan ikan diberikan kepada masyarakat di Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis 29 April 2021.

Tribun Bali/Made Prasetya Aryawan
Bupati Sanjaya saat memberikan paket program gemar makan ikan kepada salah satu warga di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Kamis 29 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 500 paket gerakan masyarakat makan ikan diberikan kepada masyarakat di Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis 29 April 2021.

Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan. Sebab, di Tabanan sendiri tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat masih rendah yakni hanya 31.4 kilogram per kapita per tahun.

Usai sambutan, paket tersebut diserahkan secara simbolis kepada sejumlah masyarakat yang hadir.

Dalam paket yang diberikan, didalamnya terdapat olahan ikan seperti nuget dan lainnya serta diberikan ikan segar yang merupakan hasil alam asli pesisir Tabanan. 

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, program gerakan masyarakat makan ikan ini merupakan langkah kongkrit aebagai upaya untuk mengantisipasi peningkatan kasus stunting dan gizi buruk di Tabanan.

Enam Jabatan di Tabanan Masih Kosong, Pemkab Tabanan Belum Lakukan Penunjukan 

Terlibat Lakalantas di Jalan Denpasar-Gilimanuk Jembrana, PNS Pemkab Tabanan Meninggal Dunia

Pemkab Tabanan Back up Anggaran Sewa Hotel untuk Pasien OTG-GR, Kos-Kosan Tak Penuhi Syarat Isolasi

Apalagi tingkat konsumsi ikan di kabupaten Tabanan masih rendah, dimana untuk Tabanan baru 32,4 kilogram perkapita pertahun. Sedangkan di Bali lebih 38,8 kilogram per kapita per tahun. 

"Tabanan ini basisnya perikanan baik ikan air laut maupun ikan air tawar. Tabanan menjanjikan juga untuk berkembang. Ikan di Tabanan juga sangat baik tidak kalah dengan ikan ekspor itu. Sehingga edukasi mengenai manfaat ikan sangat penting dilakukan kepada masyarakat dengan turun langsung," kata Sanjaya saat dimintai keterangan usai acara.

Meskipun Tabanan saat ini masih terlepas oleh kasus stunting dan gizi buruk, kata dia, masyarakat harus tetap menggelorakan gerakan makan ikan ini.

Mengingat ikan ini memiliki protein dan gizi yang sangat tinggi.

Terutama gerakan makan ikan sangat perlu ditingkatkan lagi konsumsinya di kalangan ibu hamil. 

"Edukasi ini harus dilakukan turun langsung ke 133 desa ini. Nanti kita harus membuat program, membuatkan sektor perikanan lewat Dinas Perikanan agar masyarakat seluruhnya dari hulu tengah hilir makan ikan semua. Sehingga masyarakat sehat dan terbebas dari stunting dan gizi buruk tersebut," jelasnya.

"Semoga di Era Baru ini nantinya semakin sadar akan pentingnya manfaat ikan saat dikonsumsi," tandasnya.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved