Berita Bali
Bali Bisa Hancur, Ini Alasan Pulau Bali dan Jawa Tidak Boleh Disatukan
Karamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan laut Bali Utara masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: M. Firdian Sani
"Maka dari itu, sebaiknya tidak ada disambung-menyambung antara Bali dan Jawa lewat laut utara itu. Baik dengan membuat jembatan atau jalan tol sekalipun," tegasnya. Hal itu harus dilakukan, jika menghendaki Bali tetap mulia, lestari, dan rahayu seperti sekarang ini.
Masyarakat Hindu di Bali, kata dia, sangat meyakini bahwa ini adalah bhisama yang tidak boleh dilanggar.
Bhisama ini terjadi dengan perantara Mpu Siddhi Mantra dengan kekuatan jnana beliau yang sangat tinggi, sakti mandraguna, sehingga disebut Bhisama Mpu Siddhi Mantra.
Kemudian apa itu bhisama? ia menjelaskan, bahwa jangan menganggap remeh bhisama.
Menurut Ida Pedanda Putra Telaga, Mantan Ketua Umum Parisadha Hindu Dharma, kata dia, disebutkan bahwa bhisama adalah piteket, perintah atau titah yang berisi pewarah-warah dari leluhur yang mengandung nasihat, dengan tujuan mengatur dan tidak boleh dilanggar agar tidak salah atau berdosa.
Kemudian, lanjut ia, menurut Ida Pedanda Pemaron bahwa bhisama adalah kata-kata yang mengandung makna magis dan sakral, bahkan dikatakan bhisama mirip dengan "tantu" berupa petuah- petuah untuk menata dan mengarahkan perilaku umat Hindu.
Lalu Ida Bagus Gede Agastya, mengatakan bahwa bhisama adalah kutukan, perintah, pewarah-warah, dan juga aturan yang harus ditaati.
"Drs.I Ketut Wiana mengatakan bahwa bhisama adalah pesan atau petuah agar dilaksanakan sebagai penghormatan," katanya.
Bahkan Jro Gede Ketut Soebandi, mengatakan bahwa bhisama berarti piteket yaitu pemberitahuan, pernyataan, nasihat, perintah, dan teguran kepada umat Hindu agar tidak berakibat fatal (berdosa).
Beranjak dari pengertian bhisama yang disampaikan oleh sulinggih atau cendekiawan Hindu itu, bahwa pada prinsipnya isinya sama yaitu berisi penekanan tentang petuah, nasihat atau perintah agar dilaksanakan atau dipatuhi, sehingga tidak menyalahi aturan dan wahyu suci atau pawisik hyang niskala.
Itu semua dengan perantara seorang brahmana sakti mandraguna, yaitu Mpu Siddhi Mantra agar tidak berakibat fatal atau berdosa jika dilanggar.
"Hal inilah yang menyebabkan bahwa PHDI Bali menolak keras rencana pembuatan jalan tol atau jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali," tegasnya.
Sebab yang sangat ditakuti, adalah terjadinya hal-hal yang negatif atau berdosa sehingga Bali menjadi rusak atau hancur karena kutukan hyang niskala ini.
Di samping kedua pulau ini beda karateristik masyarakatnya.
Pulau Jawa berkarateristik perekonomian atau usaha dan pusat pemerintahan Indonesia ada di pulau Jawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapal-singapore.jpg)