Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PON XX Papua

Potensi Raihan Medali Kontingen Bali di PON XX Papua 

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali telah memetakan potensi cabang olahraga yang akan mendulang medali emas, perak dan perunggu.

Penulis: Marianus Seran | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/M. Firdian Sani
I Nyoman Yamadhiputra, SE.,Ak selaku Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali saat dijumpai Tribun Bali di ruangannya. 

Sebanyak 251 atlet Bali yang tengah digenjot di Pelatda Bali akan berjuang di Papua membawa nama Bali.

Cabang olahraga cricket Bali akan bertolak lebih dulu ke Papua, karena harus memulai pertandingan pada 25 September 2021 di Kabupaten Jayapura.

"Kontingen Bali yang pertama berangkat yakni cabor cricket pada 22 September 2021. Jadwal bertanding mereka 25 September 2021," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali, I Nyoman Yamadhiputra saat dikonfirmasi Tribun-bali.com, Jumat 30 April 2021.

Dia menjelaskan, seusai jadwal masing-masing cabor, maka H-3 mereka sudah harus di lokasi pertandingan.

“Masing-masing sesuai jadwal, dan keberangkatan sesuai tujuan. Ada empat klaster keberangkatan kontingen ke tujuan. Kalau yang bertanding ke Merauke, mereka langsung ke sana, tidak ke Jayapura.
Yang di Mimika langsung ke Mimika. Memang semua terpusat di Jayapura, " jelasnya.

Ia mengatakan, jadwal kontingen Bali akan bertanding di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Mimika dan Merauke.

"Kontingen atlet Bali akan mengikuti 28 cabor, dan 23 disiplin sport dari 37 cabor dipertandingkan di PON XX Papua," katanya.

Atlet Tidur di Asrama

PT LIB Beri Respons Terkait Kabar Liga 1 2021 Tanpa Degradasi

Minimnya jumlah fasilitas akomodasi di Papua mengharuskan semua kontingen atlet dari seluruh tanah air menginap di beberapa asrama atau mes yang disiapkan panitia PON.

Beberapa hotel yang tersedia dikhususkan bagi panitia dan perangkat pertandingan setiap cabor.

"Yang jelas akomodasi kontingen kita disiapkan oleh tuan rumah (panitia PON di Papua). Sementara informasi meeting kemarin, akomodasinya rata-rata menggunakan asrama polisi, tentara, mes dan lain sebagainya. Hotel digunakan oleh panitia untuk perangkat pertandingan, seperti wasit juri, panitia pertandingan dan lain sebagainya, " jelas I Nyoman Yamadhiputra.

Menurut dia, hotel yang disiapkan untuk perangkat pertandingan jumlahnya masih kurang, sehingga untuk para atlet pun diarahkan menginap di asrama.

Ia menambahkan, kondisi ini dialami semua kontingen yang akan bertanding di sana dan bukan hanya Bali.

Memang kondisi penginapan di asrama berbeda dengan hotel dari sisi kenyamanan.

"Penginapan dan kondisi kita di sana sama dengan atlet dari provinsi lain, karena mereka menggunakan penginapan itu sesuai dengan cabor. Misal, panjat tebing mereka di mes GKI, semua atlet seluruh Indonesia di situ. Semua rasa sama tidak ada perbedaan," jelasnya.

Tentu kondisi ini tidak mudah bagi para atlet.

Mereka harus segera beradaptasi mulai dari sekarang agar tidak terkejut saat tiba di asrama dan arena pertandingan.

"Atlet yang terbiasa dengan kondisi yang nyaman mulai sekarang harus adaptasi dan memposisikan diri dalam situasi seperti itu," tegasnya. (*)

Ikuti berita terkait PON XX Papua

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved