Vaksinasi
Vaksin Sinovac dan Sinopharm Tiba di Indonesia, BPOM Keluarkan EUA Sinopham
Kedatangan vaksin ini merupakan tahap ke-10 setelah kedatangan vaksin terakhir pada 26 April 2021 lalu.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sebanyak enam juta dosis bahan baku vaksin Sinovac dan 482.400 dosis vaksin siap pakai Sinopharm tiba di Indonesia pada Jumat siang 30 April 2021.
Kedatangan vaksin ini merupakan tahap ke-10 setelah kedatangan vaksin terakhir pada 26 April 2021 lalu.
"Pada hari ini, tadi, telah tiba vaksin Covid-19 sejumlah 6 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk yang berasal dari Sinovac Biotech Ltd dan sejumlah 482.400 dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinopharm China National Pharmatical Corporation/Group," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate di lokasi kedatangan vaksin.
Baca juga: Vaksin Sinopharm Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Efikasi 78 Persen, Ini Efek Sampingnya
Baca juga: Stok Sempat Kosong, Kadiskes Kota Denpasar Kirim Vaksin Covid-19 ke Beberapa Layanan Kesehatan
Vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-891.
Dengan kedatangan vaksin ini, Indonesia telah menerima sejumlah 65,5 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk dari Sinovac dan 8,4 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinovac, Sinopharm, dan Covax Facility AstraZeneca.
Sebelumnya, sebanyak 16 - 18 juta dosis vaksin jadi Covid-19 disiapkan Bio Farma pada Mei 2021 mendatang.
Jumlah tersebut adalah bagian dari target 47 juta dosis yang merupakan hasil proses produksi dari bulk Sinovac yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 59,5 juta dosis sampai saat ini.
Juru Bicara Pemerintah untuk vaksinasi dari Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, 16-18 juta dosis tersebut merupakan hasil produksi selama April 2021.
"Diharapkan lulus uji dan mendapatkan proses pelulusan produk atau lot release dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada bulan Mei," ujar Bambang dalam keterangannya, Kamis 29 April 2021.
Terbitkan EUA
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Sinopharm.
Vaksin produksi Beijing Bio Institute Biological Product ini berdasarkan hasil uji klinik fase III memiliki efikasi 78 persen dengan efek samping kategori ringan.
"Studi klinik fase tiga yang telah dilakukan Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain dengan subyek 42 ribu orang menunjukkan efikasi vaksin sebesar 78 persen," ujar Kepala BPOM RI Penny K Lukito dalam acara Konferensi Pers terkait Penerbitan EUA Vaksin Sinopharm yang disiarkan secara virtual, Jumat 30 April 2021.
Ia menerangkan, kejadian efek samping lokal yang sering dilaporkan adalah bengkak, rasa sakit, kemerahan
"Itu termasuk ke kategori ringan, sangat kecil sekitar 0,01 persen, kejadian sangat jarang. Dari aspek keamanan aman," ujar Penny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penny-lukito.jpg)