Breaking News:

Vaksinasi

Vaksin Sinovac dan Sinopharm Tiba di Indonesia, BPOM Keluarkan EUA Sinopham

Kedatangan vaksin ini merupakan tahap ke-10 setelah kedatangan vaksin terakhir pada 26 April 2021 lalu.

Editor: DionDBPutra
Foto Gugus Tugas Covid-19
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa 1 September 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sebanyak enam juta dosis bahan baku vaksin Sinovac dan 482.400 dosis vaksin siap pakai Sinopharm tiba di Indonesia pada Jumat siang 30 April 2021.

Kedatangan vaksin ini merupakan tahap ke-10 setelah kedatangan vaksin terakhir pada 26 April 2021 lalu.

"Pada hari ini, tadi, telah tiba vaksin Covid-19 sejumlah 6 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk yang berasal dari Sinovac Biotech Ltd dan sejumlah 482.400 dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinopharm China National Pharmatical Corporation/Group," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate di lokasi kedatangan vaksin.

Baca juga: Vaksin Sinopharm Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Efikasi 78 Persen, Ini Efek Sampingnya

Baca juga: Stok Sempat Kosong, Kadiskes Kota Denpasar Kirim Vaksin Covid-19 ke Beberapa Layanan Kesehatan

Vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-891.

Dengan kedatangan vaksin ini, Indonesia telah menerima sejumlah 65,5 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku atau bulk dari Sinovac dan 8,4 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dari Sinovac, Sinopharm, dan Covax Facility AstraZeneca.

Sebelumnya, sebanyak 16 - 18 juta dosis vaksin jadi Covid-19 disiapkan Bio Farma pada Mei 2021 mendatang.

Jumlah tersebut adalah bagian dari target 47 juta dosis yang merupakan hasil proses produksi dari bulk Sinovac yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 59,5 juta dosis sampai saat ini.

Juru Bicara Pemerintah untuk vaksinasi dari Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, 16-18 juta dosis tersebut merupakan hasil produksi selama April 2021.

"Diharapkan lulus uji dan mendapatkan proses pelulusan produk atau lot release dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada bulan Mei," ujar Bambang dalam keterangannya, Kamis 29 April 2021.

Terbitkan EUA

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved