Breaking News:

Berita Bali

Alat Tiup GeNose C-19 & Rapid Antigen di Bandara Ngurah Rai Bali Dipastikan Masih Baru dan Tersegel

Dari hasil koordinasi dan pengecekan langsung untuk pelayanan masih lengkap dalam kondisi tersegel baik alat tes Antigen maupun GeNose C-19

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Calon penumpang memanfaatkan pelayanan GeNose C-19 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menghindari penyalahgunaan alat tes cepat GeNose C-19 berupa plastik tiup dan Kit Rapid Antigen digunakan ulang untuk tes, pihak PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan penyedia layanan.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Pengelola Layanan Antigen dan GeNose C-19 di Bali untuk memastikan bahwa alat yang digunakan adalah baru dan masih dalam kondisi tersegel," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, kepada tribunbali.com, Sabtu 1 Mei 2021.

Dari hasil koordinasi dan pengecekan langsung untuk pelayanan masih lengkap dalam kondisi tersegel baik alat tes Antigen maupun GeNose C-19.

Dan kemudian, kami juga sudah mengecek pengolahan terhadap limbah medis yang dihasilkan tes tersebut.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Denpasar 1 Mei 2021: Kasus Sembuh Bertambah 42 Orang, Meninggal 2 Orang

"Bahwa limbah medis tersebut oleh Pengelola dikerjasamakan dengan Pengelola Limbah Medis," imbuh Taufan.

Untuk pelayanan Antigen, saat ini hanya dilakukan oleh Anak Perusahaan kami yang sebelumnya ada 2 Pelayanan Antigen, saat ini hanya ada satu berada di ex gedung Wistisabha yakni Suka Klinik bekerjasama dengan Angkasa Pura Support.

Lebih lanjut, Taufan menyampaikan setelah pasien selesai meniup kantong udara maka petugas akan memeriksa kantong itu dengan alat genose kemudian sisa udara dalam kantong akan dikeluarkan dimana mulut kantong dicelupkan ke ember berisi cairan desinfektan.

Kantong yang sudah kosong akan di tampung di kantong plastik sampah medis untuk selanjutnya di simpan sementara di ruang sampah sementara (Ex Wistisabha).

Pengambilan sampah medis setiap 1 minggu sekali, dilakukan oleh pihak ketiga dan dibawa ke tempat pengolahan dan pembuangan akhir.

Sementara untuk layanan Rapid Antigen, penanganan Limbah Medis berupa APD dan bekas Rapid Tes Antigen dilakukan dengan mengumpulkan pada wadah tertutup berlapis plastik.

Kemudian limbah tersebut setiap hari akan diangkut ke tempat penampungan sementara di lokasi penampungan milik Suka Klinik (pihak klinik yang kerjasama dalam layanan antigen).

Dan untuk selanjutnya akan diambil oleh pihak ketiga setiap 1 bulan sekali di bawa ke tempat pengolahan limbah Medis (B3).(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved