Mudik Lebaran 2021

Polresta Denpasar Gelar Rakor, Larangan Mudik Hingga Pendataan Penduduk Diperkuat

Polresta Denpasar menggelar kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Antisipasi Pengamanan Rangkaian Hari Raya Idul Fitri

Dok. Polresta Denpasar
Rakor Antisipasi Pengamanan Rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Jumat 30 April 2021 - Polresta Denpasar Gelar Rakor, Larangan Mudik Hingga Pendataan Penduduk Diperkuat 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar menggelar kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Antisipasi Pengamanan Rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Wilayah Hukum Polresta Denpasar, Jumat 30 April 2021.

Rakor dipimpin oleh Waka Polresta Denpasar, AKBP I Wayan Jiartana, di Lantai 3 Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, Bali, yang dihadiri sekitar 50 pemangku kebijakan terkait.

"Rakor ini merupakan agenda rutin tahunan untuk mengantisipasi kekurangan pengamanan tahun-tahun sebelumnya," kata Waka Polresta Denpasar.

AKBP I Wayan Jiartana mengatakan, bahwa pelaksanaan Idul Fitri 1442 H sangat berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Satlantas Polresta Denpasar Beri Imbauan Tertib Berlalu Lintas Hingga Tidak Mudik ke Masyarakat

Pada tahun ini angka penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi, di mana Kota Denpasar sesuai data terakhir sudah sebanyak 14.661 orang kasus terkonfirmasi positif Covid-19, dan peningkatan terjadi saat liburan panjang.

"Sehingga pemerintah mengadakan kebijakan peniadaan mudik tahun ini karena yang utama adalah keselamatan rakyat," ujar dia.

Ia menyampaikan, tujuan pengaman Idul Fitri adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam merayakan hari Idul Fitri.

Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 telah dilaksanakan berbagai upaya dari PPKM, Ops Yustisi serta memberikan vaksin kepada masyarakat.

Polresta Denpasar telah menyiapkan operasi terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Agung yang berlaku dari tanggal 6 Mei sampai dengan tanggal 17 Mei 2021.

"Mari kita semua konsekuen dan konsisten terhadap peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sehingga kita dapat mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat," ajaknya.

Tahapan Ops Ketupat Agung 2021 yang dimulai dari Pra Operasi (sebelum lebaran /masa puasa), Pengamanan Hari "H" (sholat Idul Fitri dan malam takbir), dan pasca operasi (pengamanan arus balik).

Dasar hukum pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2021 ialah data-data perbandingan Ops Ketupat dari tahun 2019 dan tahun 2020 peta jalur sekat Lebaran tahun 2021.

Update kasus Covid-19 sampai dengan tanggal 28 April 2021 di mana angka positif naik 3 persen, dirawat turun 30 persen, sembuh meningkat 5 persen dan meninggal dunia meningkat 8 persen.

"Target Operasi Ketupat Agung 2021 adalah mendukung kegiatan pemerintahan dalam peniadaan mudik dan upaya mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Baca juga: Survei: Warga Ingin Mudik Bertemu Keluarga karena Jenuh Hadapi Pandemi Covid-19

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, saat ini Kota Denpasar ada dalam zona orange dalam angka penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengajak seluruh elemen bahu membahu kerja sama untuk tetap menjaga penyebaran Covid-19 agar tidak sampai kejadian di India terjadi di wilayah Kota Denpasar.

"Kita akan memperkuat pendataan penduduk pasca hari raya Idul Fitri, dan kami mohon dukungan serta sinergitas dari seluruh jajaran," ujarnya. (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved