Breaking News:

Indef Tak Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Mencapai 5 Persen

Untuk mencapai 5 persen pada triwulan berikutnya, kata Eko, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan belanja fiskal.

via Tribunnews.com
Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto 

Kekinian masalah impor ini terjadi lantaran produksi pangan pokok seperti beras, gula, dan daging sudah jauh di bawah konsumsi nasional.

"Dengan pertumbuhan penduduk dan pendapatan per kapita Indonesia otomatis kebutuhan pangan naik dengan cepat. Kenaikan ini jauh lebih cepat dari kenaikan produksi pangan, apalagi sebagian produksi tersebut stagnan," kata Drajad dalam webinar Permasalahan Impor dan Kedaulatan Pangan, Senin 3 Mei 2021.

Menurutnya, akar permasalahan Indonesia sangat bergantung terhadap impor pangan lantaran harga produksi petani/peternak Indonesia yang jauh lebih mahal dari negara tetangga.

"Produksi pangan tidak mencukupi konsumsi sehingga mau tidak mau harus impor pangan agar harga stabil," jelasnya.

Di sisi lain selisih harga yang besar tersebut membuat impor menjadi bisnis yang super menggiurkan. Itu pula sebabnya para raja impor pangan mampu menjadi raksasa bisnis di Indonesia.

"Tidak heran hampir setiap tahun kita melihat keributan soal pengaturan kuota impor pangan, sampai tidak sedikit elit politik yang ditahan KPK. Itu sebabnya kita melihat ada keributan soal Permenperin 3/2021 di mana Jawa Timur menjadi episentrumnya," tandas dia.

Pemerintah keliru

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto menyampaikan rencana impor cadangan beras pemerintah (CBP) sudah menimbulkan gonjang-ganjing terutama di level petani.

Menurut dia, pemerintah keliru memprediksi produksi beras yang disebut akan turun karena adanya pandemi Covid-19 disertai cuaca ekstrem la nina.

"Prediksi produksi menurun ini justru surplus. Gonjang-ganjing ini yang baru wacana membuat harga turun padahal belum impor beneran. Penurunan harga gabah kering panen menurut data BPS Maret 2021 Rp4.385 per kilogram atau anjlok 7,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya," tuturnya. (tribunnetwork/seno tri sulistiyono/reynas abdila/tis)

Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved