Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Kama Sastra dan Itihasa Termasuk ke Dalam Kitab Suci Hindu

Dalam Agama Hindu, kitab Upaweda merupakan kitab kelompok kedua dari Weda Smrti.

Tayang:
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Ilustrasi - Kama Sastra dan Itihasa Termasuk ke Dalam Kitab Suci Hindu 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kitab Itihasa dikelompokkan ke dalam kitab-kitab Upaweda.

Sedangkan dalam Agama Hindu, kitab Upaweda merupakan kitab kelompok kedua dari Weda Smrti.

Setelah kitab-kitab Vedangga.

Kata Upaweda berasal dari bahasa Sansekerta, yang terdiri dari dua kata. Yaitu Upa dan Veda.

Baca juga: Bolehkah Umat Hindu Menikah Lebih dari Satu Kali? Berikut Penjelasannya

Upa artinya dekat, dan Veda berarti pengetahuan suci (kitab suci).

Sehingga Upaweda berarti dekat dengan Veda (Weda) atau pengetahuan suci.

Upaweda juga diartikan Veda tambahan.

Kitab Upaweda memiliki fungsi sama pentingnya dengan kitab-kitab Smrti yang lainnya.

Kitab Upaweda ini terdiri dari beberapa cabang ilmu.

Satu diantaranya adalah Itihasa.

Untuk itulah, kitab Itihasa dikelompokkan ke dalam kitab Upaweda.

Kata Itihasa terdiri dari tiga suku kata. Yakni Iti-ha-sa. Yang artinya sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya.

Dari berbagai sumber yang dihimpun Tribun Bali.

Nama Itihasa pada mulanya diberikan oleh penulis kitab Mahabharata.

Pada bagian Adiparwa yaitu Bhagawan Wiyasa.

Itihasa adalah sebuah epos yang menceritakan sejarah perkembangan raja-raja dan kerajaan Hindu di masa lampau.

Itihasa adalah karya sastra yang bersifat spiritual.

Di mana ceritanya penuh fantasi, roman, kewiraan, dan mitologi.

Kitab Itihasa ini terdiri dari Ramayana dan Mahabharata.

Selain Itihasa, Purana juga termasuk ke dalam Upaweda.

Baca juga: Lahir Buda Wage Langkir, Apa yang Seharusnya Dilakukan Umat Hindu?

Kitab Purana berisikan berbagai macam cerita dan keterangan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku pada zaman dahulu kala (kuno).

Purana ini akhirnya juga dijadikan acuan di berbagai tempat.

Untuk melihat adat istiadat dan kebiasaan yang diwarisi nenek moyang.

Lalu Artha Sastra, yang berisi tentang pokok-pokok pemikiran bidang ilmu politik.

Ini ditulis oleh Bhagawan Brhaspati.

Dan jejak beliau diikuti oleh Maharsi Kautilya (Canakhya). Serta masih banyak bhawagan lainnya.

Kitab yang tergolong Artha Sastra adalah Niti Sastra atau Rajadharma.

Jenis kitab Artha Sastra yang digubah di Indonesia adalah jenis Usana dan Niti Sastra. Serta Sukraniti.

Lalu ada Ayur Weda, yang menguraikan tentang bidang ilmu kedokteran dan kesehatan baik rohani maupun jasmani.

Kitab yang tergolong Ayur Weda, antara lain adalah Caraka Samhita, Susruta Samhita, Kasyapa Samhita, Astanggahrdaya, Yogasara, dan Kama Sutra.

Berdasarkan materi, Ayur Weda meliputi delapan ajaran umum. Diantaranya, Salya yaitu ajaran mengenal ilmu bedah.

Salkya adalah ajaran mengenai ilmu penyakit.

Kayakitsa yaitu ajaran mengenai ilmu obat-obatan.

Bhuta Widya, ajaran mengenai ilmu psikoterapi.

Kaumara Bhrtya, yaitu ajaran mengenai pendidikan anak-anak.

Serta merupakan dasar bagi ilmu jiwa anak-anak. Agada Tantra ilmu toxikologi.

Rasayama Tantra, yaitu ilmu mukjizat dan Wajikarana Tantra adalah ilmu jiwa remaja.

Selain Ayur Weda, ada pula Gandharwa Weda sebagai bagian dari kitab Upaweda.

Sebagai kitab Smrti, Gandharwa Weda memiliki beberapa bagian kitab lagi.

Diantaranya Natya Sastra, Natya Wedagama, Dewa Dasa Sahasri, Rasarnawa, Rasaratnasamucaya dan yang lainnya.

Kemudian ada Kama Sastra, sebagai bagian Upaweda yang menguraikan tentang asmara, seni atau rasa indah.

Kebangkitan rasa indah ini, untuk berbakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sehingga rasa yang indah positif adanya.

Baca juga: Makna Upacara Melasti Sebelum Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu Bali

Lalu ada Agama, yang baru ada setelah agama Hindu ada dan berkembang di dunia.

Menurut Weda, agama Hindu boleh dan dapat dipelajari oleh seluruh umat manusia.

Kitab Agama ini isinya memuat ajaran tentang keyakinan adanya Tuhan dan petunjuk untuk melaksanakan tata cara persembahyangan.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved