Breaking News:

Berita Bali

Larangan Mudik, Trafik Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Turun Hingga 20 Persen Lebih

Larangan Mudik, Trafik Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Turun Hingga 20 Persen Lebih

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang digunakan oleh sejumlah pesawat untuk parkir beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Sejumlah maskapai penerbangan tujuan Bali ataupun sebaliknya dari Bali ke beberapa kota tujuan akan mengurangi frekuensi terbang.

Bahkan, ada maskapai yang sampai berhenti beroperasi sementara waktu 6-17 Mei 2021 atau selama masa larangan mudik Idul Fitri 1442H.

Hal itu diprediksi bakal berimbas pada turunnya trafik pergerakan pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Kalau pengurangan penerbangan tentunya ada ya, karena memang Kementerian Perhubungan sudah menyatakan ada pembatasan penerbangan. Tentunya maskapai juga akan mengurangi frekuensi penerbangan di Bandara-Bandara khususnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali," kata Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Senin 3 Mei 2021.

Baca juga: Banyak Pemudik Diminta Putar Balik, Ini Syarat Bisa Menyeberang via Pelabuhan Gilimanuk Bali

Taufan menambahkan, untuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali estimasi per hari akan terjadi pengurangan penerbangan sebanyak 6 sampai 10 flight atau sebanyak 12 hingga 20 pergerakan pesawat.

"Sekitar 6 sampai 10 flight berkurangnya atau 12 sampai 20 pergerakan pesawat, biasanya 40 sampai 50 flight per hari atau sekitar 100 pergerakan pesawat per harinya.

Atau turun sekitar lebih dari 20 persen trafik penerbangan selama periode tersebut," jelasnya.

Baca juga: Keberangkatan di Terminal Mengwi Pada 4 Mei 2021 Capai 1.831 Orang, Erwin: Itu Puncak Arus Mudik

Pengurangan hingga penghentian operasional maskapai itu hampir seluruh rute tujuan dari Bali dan sebaliknya.

Didominasi rute tujuan Jakarta, Surabaya, Makassar, Lombok dan sebaliknya.

Adapun calon penumpang yang diizinkan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara itu adalah yang mempunyai surat tugas atau surat dinas dari perusahaan atau kantor tempatnya bekerja, ataupun penumpang yang memiliki surat izin keluar masuk (SIKM).

Selain calon penumpang itu memiliki tiket dan surat keterangan hasil tes Covid-19 nya negatif, diwajibkan juga memiliki salah satu dari dua surat yang disebutkan sebelumnya.

"Jika mereka tidak memiliki surat dinas atau surat tugas, ataupun SIKM tetapi memiliki tiket dan hasil negatif Covid-19 tentunya yang bersangkutan tidak boleh melakukan perjalanan.

Dan itu ada kewajiban bagi maskapai untuk melakukan refund atau pengembalian biaya tiket," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved