Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mudik Lebaran 2021

Arus Balik Bakal Lebih Ketat, Dishub Denpasar Minta Pemudik Jangan Bawa Keluarga ke Bali

Dinas Perhubungan Kota Denpasar meminta masyarakat agar tidak mudik dan mengikuti larangan dari pemerintah.

Tayang:
KOMPAS.COM/IHSANUDDIN
Ilustrasi - Arus Balik Bakal Lebih Ketat, Dishub Denpasar Minta Pemudik Jangan Bawa Keluarga ke Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Perhubungan Kota Denpasar meminta masyarakat agar tidak mudik dan mengikuti larangan dari pemerintah.

Hal ini karena masih adanya kasus positif Covid-19 bahkan ditemukan varian baru di Kota Denpasar.

Pihaknya pun mengaku akan memutar balik jika ada warga yang nakal untuk melakukan mudik.

“Kami akan tetap pantau mereka yang nakal, sesuai dengan larangan mudik dari pusat terhitung sejak 6 sampai 17 Mei,” kata Kadishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, Kamis 6 Mei 2021.

Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Terminal Tipe A Mengwi Sepi dan Sejumlah Warung di Keberangkatan Tutup

Dirinya tak menampik bahwa ada beberapa warga yang telah mencuri start untuk mudik. Sehingga saat arus balik pihaknya akan melakukan pengetatan. Pengetatan akan digelar 18 hingga 24 Mei 2021.

“Kami akan ketatkan terutama dalam hal protokol kesehatan. Mereka wajib rapid antigen. Jangan sampai gara-gara satu dua orang yang membawa virus semuanya terdampak,” katanya.

Ia juga mengimbau, para pemudik yang telah mencuri start saat balik agat tidak membawa anggota keluarga lain.

“Kami imbau, berapa yang mudik mendahului, kembalinya juga segitu. Jangan mengajak keluarga lain, karena situasinya seperti sekarang, dan ekonomi di sini juga belum begitu pulih,” imbuhnya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan satgas Covid-19 desa/kelurahan untuk pengawasan arus balik.

“Wajib melapor jika masuk ke desa/kelurahan saat balik dan kadus maupun kaling akan melakukan tracing,” katanya.

Terkait larangan mudik Idul Fitri, untuk di Denpasar penjagaan dilakukan di beberapa titik.

Sriawan mengatakan, pihaknya telah membuat tiga posko yakni Posko Induk Uma Anyar yang juga merupakan 1 dari 5 pos pantau nasional di Provinsi Bali, posko Terminal Ubung serta posko Pelabuhan Sanur.

Penjagaan yakni di Posko Uma Anyar dilakukan mulai pukul 08.00 Wita. Penjagaan di posko ini selain melibatkan Polri, TNI, Dishub dan petugas kesehatan, juga melibatkan pecalang.

Setiap mobil yang dicurigai akan melakukan mudik diperiksa.

Saat pelarangan ini dilakukan pengawasan mudik melalui jalur tikus di malam hari.

Mengawasi PO bus yang nekat beroperasi pada periode pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

"Jika ada PO dari Denpasar yang nekat melayani mudik maka akan dilakukan putar balik. Selain itu, juga akan ditilang oleh pihak kepolisian dan akan diberikan sanksi administrasi," kata Sriawan.

Baca juga: Larangan Mudik 2021: Ada Maskapai yang Menghentikan Sementara Operasionalnya

Untuk antisipasi tersebut, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan pendekatan dengan operator PO sehingga tak melakukan pelanggaran.

Pasca pelarangan mudik, pihaknya juga akan melakukan pengawasan arus balik bagi warga yang sebelumnya mendahului mudik.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 masing-masing desa/kelurahan untuk melakukan pengawasan.

"Setiap warga yang balik wajib melapor ke Satgas desa/lurah dan Satgas wajib tahu siapa yang masuk ke wilayahnya. Ini yang sangat sulit diantisipasi," katanya.

Sebelum masuk wilayah yang dituju, Satgas harus memastikan yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan tidak bergejala.

Hal ini dilakukan, lantaran rentan terjadinya penularan kasus Covid-19.

"Data tahun lalu peningkatan kasus sebanyak 90 persen dan kematian naik 75 persen," katanya.

Sementara itu, Bendesa Adat Poh Gading, Desa Ubung Kaja, Ngurah Suparta mengatakan, dalam satu shift pihaknya menurunkan 6 pecalang.

Sehingga sehari pihaknya menerjunkan 12 pecalang.

"Kami dibagi dalam dua shift. Sebagai wilayah yang berada di ujung utara Denpasar kami membantu petugas di sini," katanya.

Pecalang ini membantu melakukan penjagaan, 6-17 Mei 2021. Dalam membantu penjagaan ini, sifatnya ngayah.

"Kami ngayah membantu petugas di sini, apalagi sekarang ada Covid-19," katanya.

Ia berharap selama pelarangan mudik ini tak ada warga yang melakukan mudik.

"Sementara pagi memang belum ada yang mudik, biasanya mereka sore bersiasat. Tapi kendaraan yang kami curigai akan kami bantu cek KTP-nya," katanya. (*).

Baca juga: Satpol PP Bali Terjunkan 10 Personel ke Pos Sekat Jembrana Amankan Masa Larangan Mudik Lebaran 2021

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved