Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mengenal Perkawinan Menurut Hindu Bali, Minimal Harus Mabyakala: Mapadik, Ngerorod, hingga Nyentana

Mengenal Perkawinan Menurut Hindu Bali, Minimal Harus Mabyakala: Mapadik, Ngerorod, hingga Nyentana

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
Dok. pribadi Wirat Eka
Ilustrasi perkawinan di Bali - Mengenal Perkawinan Menurut Hindu Bali, Minimal Harus Mabyakala: Mapadik, Ngerorod, hingga Nyentana 

Selain itu, ada pula bentuk ngunggahin atau artinya perkawinan berlangsung atas kedatangan seorang wanita.

Dimana berdasarkan pengakuannya, si wanita menyerahkan diri dan mau dikawini oleh si pria. Hal ini di Bali jarang dilihat dewasa ini. 

Ada pula sistem melagandang, yaitu si pria berusaha dengan berbagai upaya agar si wanita dapat dipersunting dengan membius, menculik, atau memaksa. Tanpa mengindahkan penolakan si wanita.

Hal ini identik dengan Raksasa Wiwaha dan Paisaca Wiwaha. 

Seiring kemajuan zaman, kini banyak pula yang melakukan perkawinan campuran. Maksudnya perkawinan yang berasal dari perbedaan warga negara dan juga perbedaan agama.

Hal ini bisa dilakukan asalkan kedua belah pihak telah sepakat satu sama lain dan tentunya saling mencintai. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved