Breaking News:

Berita Buleleng

Delapan Kecamatan di Buleleng Masuk Kategori Risiko Tinggi Bencana Tanah Longsor

BPBD Buleleng pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, utamanya saat memasuki musim hujan.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas saat membersihkan material longsor jalur Singaraja-Denpasar kilometer 25, atau tepatnya di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (25/3/2021) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Delapan Kecamatan yang ada di Buleleng masuk dalam kategori risiko tinggi bencana tanah longsor.

BPBD Buleleng pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, utamanya saat memasuki musim hujan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, delapan kecamatan yang masuk kategori risiko tinggi rawan bencana tanah longsor itu diantaranya Kecamatan Banjar, Kecamatan Busungbiu, Kecamatan Gerokgak, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Seririt, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Tejakula.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi dikonfirmasi Minggu (9/5/2021) mengatakan, data tersebut disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerak tanah dengan peta perkiraaan cuaca hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Baca juga: Diduga Hilang Kendali, Bus Bioskop Keliling Milik Kemendikbud Terguling di Gitgit Buleleng

“Jadi ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, delapan kecamatan itu berpotensi tinggi terjadi bencana tanah longsor,” katanya.

Berdasarkan perkiraan BMKG, dalam tiga bulan kedepan, Buleleng sejatinya sudah memasuki musim kemarau.

Namun demikian, Ariadi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan informasi yang diberikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi itu, dan selalu meningkatkan kewaspadaan.

“Warga harus tetap siap siaga, utamanya yang tinggal di perbukitan dan lereng-lereng gunung.

Data itu diberikan agar kita di daerah tetap waspada

Mengingat perubahan cuaca tidak bisa diprediksi,” ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved