Berita Buleleng
Delapan Kecamatan di Buleleng Masuk Kategori Risiko Tinggi Bencana Tanah Longsor
BPBD Buleleng pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, utamanya saat memasuki musim hujan.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Delapan Kecamatan yang ada di Buleleng masuk dalam kategori risiko tinggi bencana tanah longsor.
BPBD Buleleng pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, utamanya saat memasuki musim hujan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, delapan kecamatan yang masuk kategori risiko tinggi rawan bencana tanah longsor itu diantaranya Kecamatan Banjar, Kecamatan Busungbiu, Kecamatan Gerokgak, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Seririt, Kecamatan Sukasada, dan Kecamatan Tejakula.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi dikonfirmasi Minggu (9/5/2021) mengatakan, data tersebut disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerak tanah dengan peta perkiraaan cuaca hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
Baca juga: Diduga Hilang Kendali, Bus Bioskop Keliling Milik Kemendikbud Terguling di Gitgit Buleleng
“Jadi ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, delapan kecamatan itu berpotensi tinggi terjadi bencana tanah longsor,” katanya.
Berdasarkan perkiraan BMKG, dalam tiga bulan kedepan, Buleleng sejatinya sudah memasuki musim kemarau.
Namun demikian, Ariadi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan informasi yang diberikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi itu, dan selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Warga harus tetap siap siaga, utamanya yang tinggal di perbukitan dan lereng-lereng gunung.
Data itu diberikan agar kita di daerah tetap waspada
Mengingat perubahan cuaca tidak bisa diprediksi,” ucapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Buleleng, sejak Februari lalu, tanah longsor terjadi di beberapa titik.
Salah satunya di Banjar Dinas Dajan Pangkung, Desa Galungan, Kecamatan Sawan hingga merusak rumah semi permanen milik Putu Merta Dana (47) pada Rabu 3 Februari 2021 lalu.
Selanjutnya di Dusun Sanglagki, Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan hingga sempat mengisolasi 150 kepala keluarga yang tinggal di daerah tersebut pada Sabtu 30 Januari 2021 lalu.
Kemudian di jalur Singaraja-Denpasar kilometer 25, atau tepatnya di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada pada Kamis 25 Maret 2021 siang.
Baca juga: Satgas Desa di Buleleng Diminta Lebih Aktif Lakukan Pencegahan Covid-19, Agus: Tetap Disiplin
Sebagai bentuk antisipasi, Ariadi menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Buleleng untuk menggalakan penanaman pohon di daerah rawan terjadi tanah longsor tersebut. (*)
Artikel lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-saat-membersihkan-material-longsor-jalur-singaraja-denpasar-kilometer-25.jpg)