Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

MUI Bali dan Tokoh Agama Islam Lainnya, Ingatkan Para Perantau di Bali Untuk Tidak Mudik

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, H Mahrusun, meminta umat Islam yang menjadi perantau di wilayah Bali agar tidak melakukan mudik

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Ketua MUI Provinsi Bali H Mahrusun saat memberikan arahan terkait mudik - MUI Bali dan Tokoh Agama Islam Lainnya, Ingatkan Para Perantau di Bali Untuk Tidak Mudik 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, H Mahrusun, meminta umat Islam yang menjadi perantau di wilayah Bali agar tidak melakukan mudik pada saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Hal itu dilakukan agar semua bisa ikut bahu membahu memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang masih melanda di wilayah Bali.

H Mahrusun juga mengimbau agar semua masyarakat tidak terprovokasi dengan ajakan mudik massal yang banyak beredar di media sosial (medsos), karena dapat mengganggu keamanan dan penambahan penyebaran kasus Covid-19.

"Mari kita dukung upaya pemerintah dalam percepatan penanggulangan Covid-19 dengan tidak melakukan mudik dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu ajakan mudik massal di medsos," ujar H Mahrusun, Rabu 12 Mei 2021.

Baca juga: Mabes Polri Pantau Langsung Aktivitas Masa Larangan Mudik di Pelabuhan Gilimanuk Bali

Mengenai mudik, Ketua PWNU Bali H Abdul Azis dan Ketua Muhammadiyah Bali H Aminnullah yang dikonfirmasi terpisah juga menyerukan hal yang sama.

H Abdul Azis mengungkapkan saat ini situasi pandemi masih terjadi, sehingga sebagai umat yang budiman ia mengajak semua untuk taat dan mengikuti imbauan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama.

"Mari kita patuhi imbauan pemerintah, demi menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama. Insya Allah pandemi ini cepat berlalu. Sehingga tahun depan kita bisa mudik untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta," kata H Abdul Azis, Rabu 12 Mei 2021.

Sementara, H Aminnullah selaku Ketua Muhammadiyah Bali juga menyampaikan kepada masyarakat agar menyikapi kebijakkan ini dan untuk sementara beralih ke teknologi dalam bersilaturahmi.

Ia berharap masyarakat tidak memaksakan diri untuk mudik dengan melakukan kucing-kucingan dengan petugas jaga di perbatasan.

Dikhawatirkan jika masyarakat masih tetap ingin mudik ke kampung halaman, virus Covid-19 dapat terbawa ke keluarga lainnya di rumah dan menambah klaster baru.

"Sekarang teknologi semakin canggih, bisa kita lakukan dengan video call dengan keluarga (di kampung halaman). Dari pada kita memaksakan diri untuk mudik, namun membawa penyakit bagi orang-orang di rumah," ungkap H Aminnullah terpisah, Rabu 12 Mei 2021.(*).

Baca juga: Tak Penuhi Persyaratan di Masa Larangan Mudik, Bandara Ngurah Rai Bali Tolak 30 Calon Penumpang

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved