Breaking News:

Serba Serbi

Otonan di Bali, Berikut Tata Cara Prosesi Otonan yang Baik dan Benar

Masyarakat Hindu Bali, mengenal yang namanya otonan sesuai dengan wewaran hari kelahiran masing-masing orang.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Seorang anak dalam prosesi otonannya di Klungkung 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat Hindu Bali, mengenal yang namanya otonan sesuai dengan wewaran hari kelahiran masing-masing orang.

Namun bagaimana tata cara ngotonin yang baik dan benar.

Berikut ulasan yang dijelaskan oleh Jero Mangku Ketut Maliarsa.

Untuk bebantenan atau sarana upakara, tidaklah sulit atau rumit. Sebab yadnya di Bali sifatnya fleksibel.

Walau ada yang menggunakan banten seperti tumpeng lima atau tumpeng tiga, namun jika tidak bisa tidak perlu dipaksakan.

Bagi Umat Hindu Bali, Otonan Lebih Penting daripada Ulang Tahun, Apa Sebabnya?

Otonan Saat Tumpek Wayang, Ini Maknanya Dalam Hindu Bali

Otonan di Bali, Makna dan Rentetan Prosesinya

Cukup dengan canang sari dan niat yang tulus saja bisa.

Namun jika ingin lebih lengkap, berikut penjelasan banten dengan tumpang lima dan tumpeng tiga.

Apabila menggunakan tumpang lima, sarananya adalah pengambean, dapetan, peras, pejati, sasayut, dan segehan.

Dilengkapi dengan sarana lain, yaitu bija, dupa, toya anyar, tirta panglukatan, dan tirta Hyang Guru.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved