Breaking News:

Seorang Pemuda Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Respons Pemkab Badung

Diberitakan sebelumnya, terkait kabar terbaru seorang pemuda Jakarta meninggal usai divaksin Covid19 tersebut, Kamis 6 Mei 2021. 

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
AFP/JOEL SAGET
Gambar yang diambil pada 23 November 2020 ini menunjukkan botol bertuliskan "Vaccine Covid-19" di sebelah logo Chinese National Pharmaceutical Sinopharm. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Meninggalnya seorang pemuda di Jakarta setelah menjalani vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca tidak membuat Pemerintah Kabupaten Badung untuk menghentikan sementara vaksinasi massal menggunakan vaksin tersebut. 

"Kita lihat coba dievaluasi dulu ya, saya belum berkoordinasi dengan Kadiskes ya. Tapi yang jelas sementara ini kan tidak ada larangan dari Pemerintah Pusat," ujar Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, Selasa 11 Mei 2021 usai menghadiri peresmian penggunaan GeNose C-19 di DTW Kawasan Luar Uluwatu.

Namun demikian ia menyebut Pemkab Badung akan menunggu dari hasil pemeriksaan kejadian itu. 

Evaluasinya akan dilakukan oleh pemerintah pusat. 

"Sementara sebelum ada larangan saya kira tidak ada masalah. Tapi tetap kita akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan bagaimana pertimbangannya. Kita tidak bisa bicara parsial sepanjang vaksin itu masih diakui pemerintah kan tetap akan dipakai," ungkap Adi Arnawa.

Lebih lanjut ia menyampaikan belum tahu apakah yang bersangkutan (pemuda di Jakarta) benar meninggal akibat vaksin itu atau bagaimana.

"Kan perlu dicek lagi kita tidak tahu apakah memang benar pure karena itu atau bagaimana," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, terkait kabar terbaru seorang pemuda Jakarta meninggal usai divaksin Covid19 tersebut, Kamis 6 Mei 2021. 

Seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus (22) itu dikabarkan mengalami demam panas setelah mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca.

Kemudian, kondisinya melemah dan masih mengalami demam pada hari Kamis.

Trio dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB.

Meskipun demikian, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (Komnas KIPI) belum bisa mengaitkan meninggalnya Trio dengan KIPI vaksin AstraZeneca.

Menurut Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, pihaknya belum mendapatkan bukti yang cukup mengenai kasus tersebut.

“Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi, Oleh karena itu masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Hindra dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Senin (10 Mei 2021).(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved