Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Setahun Lebih Pandemi Covid-19, Pedagang di Pantai Sanur Bali Bertahan dengan Simpanan yang Ada

Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Bali, pedagang oleh-oleh di Pantai Sanur Bertahan dengan simpanan yang ada

Penulis: Harun Ar Rasyid | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Harun Ar Rasyid
Suasana pasar oleh-oleh pantai Sanur Sabtu 15 Mei 2021 - Setahun Lebih Pandemi Covid-19, Pedagang di Pantai Sanur Bali Bertahan dengan Simpanan yang Ada 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Bali, pedagang oleh-oleh di Pantai Sanur Bertahan dengan simpanan yang ada.

Kondisi pandemi yang masih berlangsung memberikan penurunan omset bagi para pedagang oleh-oleh di Pantai Sanur, Denpasar, Bali tersebut.

Salah satu pedagang oleh-oleh di Pantai Sanur, Ketut Selamet, mengungkapkan dirinya bertahan di tengah pandemi dengan sisa-sisa tabungan yang ada.

Pandemi Covid-19 menjadi pelajaran bagi dirinya agar menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung.

Baca juga: Tegang dan Belum Sarapan, Seorang Warga Lemas Saat Hendak Divaksin Covid-19 di Klungkung

"Kita tidak menyangka dampaknya seperti ini, kalau kita tahu mungkin kita akan sisihkan lebih banyak untuk tabungan,"ujarnya, Sabtu 15 Mei 2021.

Lebih lanjut, di momen libur Lebaran ini, dirinya mengaku ada peningkatan kunjungan ke Pantai Sanur.

Namun, dirinya mengungkapkan meningkatnya kunjungan ke Pantai Sanur tidak membuat minat belanja oleh-oleh juga meningkat.

"Ada peningkatan, tapi tidak ada yang beli" jelasnya.

Ia menyampaikan, momen-momen liburan seperti hari ini seharusnya menjadi momen besar bagi pedagang oleh-oleh di Pantai Sanur.

Dirinya mengistilahkan momen liburan seperti sekarang menjadi musim panen bagi pedagang oleh-oleh di Pantai Sanur.

"Seharusnya momen ini menjadi musim panen, musim ramai-ramianya," tuturnya.

Ia kemudian menambahkan, meskipun sepi pembeli dirinya tetap membuka lapaknya.

Ia percaya rezeki sudah ada yang mengatur.

Mengenai Sanur yang dijadikan sebagai salah satu kawasan yang direncanakan sebagai free covid corridor, dia berharap hal tersebut segera terwujud.

Dia memberikan saran agar segera dibuka, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Masa KRYD, Tak Miliki Suket Bebas Covid 1x24 Jam Saat Masuk Bali, Siap-siap Putar Balik

"Ya dibuka saja, tapi kan harus pake masker, cuci tangan dan jaga jarak," pesannya.

Ia berharap pandemi segera berakhir dan kondisi bisa normal kembali.(*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved