Berita Badung
Badung Kembali Bangkitkan Program Bank Sampah, Salah Satunya Dilaksanakan di Desa Dalung
"Jadi masyarakat di sejumlah banjar-banjar di desa tersebut mulai melakukan pemilahan sampah dan dijual ke bank sampah di desa setempat,"
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akan kembali membangkitkan program bank sampah di masing-masing desa.
Sejauh ini Program Bank sampah untuk membeli sampah daur ulang warga di Kabupaten Badung lenyap.
Padahal program itu disebut-sebut sebagai program yang mampu memilah sampah dari hilir yang dilakukan masyarakat. Sehingga masalah sampah bisa teratasi di Badung.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Kabupaten Badung, A.A Gede Agung Dalem saat dikonfirmasi tak menampik hal tersebut.
Baca juga: Videotron di Taman Nandiswara Badung Mati Total, Diskominfo Akui Sudah Bersurat kepada Pihak Ketiga
Pihaknya mengaku, salah satu desa yang baru membangkitkan bank sampah itu adalah Desa Dalung.
"Jadi masyarakat di sejumlah banjar-banjar di desa tersebut mulai melakukan pemilahan sampah dan dijual ke bank sampah di desa setempat," ujarnya Minggu 16 Mei 2021
Dijelaskan program pengolahan sampah atau bank sampah di desa dibangkitkan kembali agar masyarakat sadar akan pengolahan sampah yang baik.
Sehingga hasil dari sampah tersebut bisa ditabung kembali.
"Jadi masyarakat bisa menabung melalui sampah di masing-masing banjar," bebernya.
Pengelolaan bank sampah itu akunya, tergantung dari pengurus Bank sampahnya.
Dikatakan pengelolaan sampah plastik dengan cara membeli sampah plastik dari masyarakat yang sudah dipilah.
Sesuai jadwal, disebutkan untuk hari Sabtu yang buka di Desa Dalung adalah Bank Sampah Banjar Kung, Banjar Kaja dan Banjar Lingga Bumi.
Sementara Pada hari Minggu Bank Sampah yang buka adalah Banjar Kwanji, Bhineka Nusa Kauh, Taman Tirta, Cempaka Mas dan Celuk.
Lebih lanjut dijelaskan, Untuk Banjar Kwanji, BIneka Nusa Kauh dan Taman Tirta buka jam 9 Pagi dan Banjar Mas Buka jam 2 siang serta Banjar Celuk buka Jam 3 sore.
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Badung Batal Dilaksanakan pada Mei 2021, Diundur ke Tahun Ajaran Baru
"Program ini cukup efektif dalam menjaga lingkungan kita bersih dari sampah plastik. Jika masyarakat mau memilah sampah rumah tangganya sebelum residu akhir diangkut oleh petugas sampah,"terangnya.
Birokrat asal Klungkung itu mengatakan, untuk program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kabupaten Badung masih terus dilakukan.
Hanya saja beberapa desa belum bisa dilakukan secepat mungkin, mengingat anggaran juga terbatas karena covid-19.
"Kita akui belum semua desa punya TPS 3R, karena minat masyarakat terhadap bisnis sampah kurang. Ada sejumlah Desa atau kelurahan yang sedang membangun TPS 3R ini yakni di Kelurahan Tanjung Benoa dan Keringanan," ujarnya.
Nah untuk di wilayah Badung Utara yang sudah bergerak ada beberapa desa yang membuat TPS 3R.
Salah satunya yakni Bhakti Pertiwi di Desa Mekar Bhuana.
"Ada di utara namun bertahap. Namun kami harap masyarakat juga ingat dengan adanya pengolahan sampah itu," jelasnya
Disinggung mengenai volume sampah pasca libur Lebaran, Gung Dalem volume sampah di Badung normal-normal saja. Pasalnya libur lebaran sedikit lengang.
"Tidak ada peningkatan sampah yang signifikan pasca libur lebaran," tungkasnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/beberapa-warga-di-dalung-tepatnya-di-banjar-celuk-saat-menimbang-sampah.jpg)